23 C
Indonesia
Sunday, March 15, 2026

Mengembangkan Motorik Halus Bayi Lewat Camilan Dan Gerakan Yang Tepat

Foto: Dokumen Pribadi

JAKARTA – Sistem syaraf dan kontrol otot bayi berumur enam bulan akan berkembang sehingga kemampuan geraknya berubah dari yang cepat dan spontan menjadi lebih halus dan terkontrol.

Foto: Dokumen Pribadi

“Tahun pertama kehidupan Si Kecil akan ditandai dengan perkembangan kemampuan motoriknya,” demikian diungkapkan oleh Head of Medical Kalbe Nutritionals dr. Muliaman Mansyur dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (16/6).

Ia menjelaskan bahwa sejak berumur empat bulan, bayi sudah memiliki kontrol otot yang memadai untuk memutar kepalanya dan mengikuti gerakan sebuah obyek. Kemampuannya akan terus bertambah dari bulan ke bulan sehingga di tahun pertama umumnya bayi akan mulai mampu untuk seimbang, duduk, merangkak dan akhirnya berdiri.

Kemampuan motorik halus bayi, lanjutnya, juga akan berkembang dari menyentuh obyek secara acak sehingga mampu menggenggam dengan sempurna. Orangtua dapat melatih motorik bayi sekaligus juga memberikan nutrisi yang tepat melalui makanan atau camilan. Sehingga bayi bisa belajar menggenggam dan menjimpit camilannya sambil makan makanan bernutrisi.

Beberapa contoh permainan yang bisa dilakukan untuk menstimulasi motorik bayi menurut Muliaman adalah bermain telungkup, bermain bola dan melatih jari dengan makanan camilan. Selain itu memberikan makanan kecil yang sesuai dengan tangan bayi atau dikenal dengan finger food adalah cara yang dianjurkan untuk mendukung koordinasi antara mata dan tangannya. Cara ini juga sekaligus mengembangkan kemampuan menjepit dan mencengkeram serta keterampilan mengunyah.

“Pemberian finger food merupakan stimulasi yang tepat untuk merangsang pertumbuhan dan mengaktifkan panca indra dan kemampuan motorik halus Si Kecil,” paparnya.

Ia juga menjelaskan bahwa stimulasi indra peraba ini hendaknya dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan bayi, misalnya ketika momen makan besar, bermain, bahkan makan camilan. Stimulasi yang dilakukan terus-menerus dapat mendukung tumbuh kembang, memacu kecerdasan, membantu menguatkan koneksi serabut otak (sinapsis) dan sel-sel otak guna mendukung fungsi otak yang optimal pada bayi.

“Salah satu pilihan yang dapat Bunda berikan pada Si Kecil adalah makanan camilan berbahan organik, seperti Milna Nature Puffs Organic. Bersumber dari pangan organik, Milna Nature Puffs Organic cenderung lebih menyehatkan karena diproses tanpa menggunakan benih transgenik atau rekayasa genetik. Pangan organik juga mengandung kaya akan nutrisi seperti vitamin, mineral, antioksidan, protein, dan berbagai zat-zat lain yang berguna bagi kesehatan,” pungkas Muliaman.

Masuk Tahun Ajaran Baru Puan Maharani Kembali Ingatkan Mendikbud Kawal Protokol Kesehatan Di Sekolah

Ketua DPR RI Puan Maharani bercengkerama dengan tim Klinik Layanan Kesehatan DPR RI pada Selasa 16 Juni 2020 (Foto: Dokumen Pribadi)

JAKARTA – Protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 harus terus dijalankan meski keputusan Tahun Ajaran Baru 2020/2021 telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Ketua DPR RI Puan Maharani bercengkerama dengan tim Klinik Layanan Kesehatan DPR RI pada Selasa 16 Juni 2020 (Foto: Dokumen Pribadi)

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani mengatakan bahwa orang tua/wali murid harus mematuhi prasyarat yang telah ditentukan terutama bagi sekolah-sekolah di zona hijau yang akan menggelar pembelajaran tatap muka.

“Seyogyanya tidak hanya diminta persetujuannya, tetapi orang tua/wali murid dilibatkan secara penuh dalam pelaksanaan protokol kesehatan kegiatan belajar mengajar tatap muka,” ungkap Puan di Jakarta usai menyerahkan bantuan 2 unit ventilator portable di Klinik Layanan Kesehatan DPR RI, di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/6).

Ia mengimbau agar prasyarat protokol kesehatan harus dibuat serinci mungkin dan mudah dipahami semua pihak. Disisi lain orang tua murid harus mematuhi dan melaksanakan protokol tersebut dan mengawal pelaksanaannya, terutama ketika siswa berada di rumah.

Aturan tersebut, kata Puan, bertujuan untuk mencegah penyebaran pandemic Covid-19 yang akhir-akhir ini marak terdengar kembali. Jadi, untuk mencegah corona adalah dengan menerapkan aturan protokol kesehatan yang sama baik di sekolah dan di rumah.

“Apa yang terjadi di satu titik akan dapat mempengaruhi titik lainnya. Apa yang terjadi di rumah, dapat terbawa ke sekolah dan begitu juga sebaliknya,” tuturnya.

Kepada Kementerian Pendididkan dan Kebudayaan, Puan Maharani meminta agar monitor dan evaluasi secara ketat terhadap proses kegiatan belajar mengajar tatap muka di zona hijau terus dilakukan. “Agar sekolah tidak menjadi klaster penyebaran virus covid-19,” jelasnya.

Tidak hanya kepada dunia pendidikan, Klinik Layanan Kesehatan DPR RI yang berada di kompleks Parlemen, Jakarta juga mendapat sorotan dari Puan Maharani. Bantuan berupa dua unit ventilator portable diharapkan Puan dapat melengkapi fasilitas kesehatan di tempat tersebut. “sehingga memberikan pelayanan kesehatan yang optimal di masa Pandemi Covid-19,” tutupnya.

Coloseum Di Roma, Italia Masih Sepi Pengunjung

Suasana Coloseum di Roma, Italia di Minggu (15/6) pagi (Fotografer: Martin Selitubun untuk The Editor)
Suasana Coloseum di Roma, Italia di Minggu (15/6) pagi (Fotografer: Martin Selitubun untuk The Editor)

ITALIA – Coloseum terlihat masih sepi dari pengunjung. Virus Covid-19 yang masih membayangi seluruh masyarakat di dunia membuat beberapa tempat wisata tidak ramai dikunjungi turis. Terlihat beberapa turis berseliweran di area Coloseum, namun jumlahnya pun tak lebih dari 10 orang.

Meski Sedikit, Namun Warga Roma, Italia Mulai Aktif Ikut Kebaktian Di Hari Minggu

Suasana misa pagi di Gereja Santi Marcellino e Pietro al Laterano, Via Merulana di Roma. Italia (Fotografer: Martin Selitubun untuk The Editor)

ITALIA – Masyarakat di Roma, Italia perlahan mulai aktif ke gereja.

Suasana misa pagi di Gereja Santi Marcellino e Pietro al Laterano, Via Merulana di Roma. Italia (Fotografer: Martin Selitubun untuk The Editor)

Beberapa orang terlihat mulai meramaikan Gereja Santi Marcellino e Pietro al Laterano, Via Merulana di Roma. Italia, Minggu (25/6). Aktivitas misa pagi yang dimulai sekitar pukul 10.00 waktu setempat tersebut dilakukan di halaman gereja. Tampak beberapa orang berdiri diluar pagar, namun ada juga yang masuk ke halaman gereja.

“Dalam situasi ini, mengikuti protokol kesehatan adalah hal yang utama. Jaga jarak, pakai masker, sarung tangan adalah hal yang mutlak,” ujar Pastor Martin Selitubun kepada The Editor.

Martin yang tengah menempuh jenjang pendidikan di Roma ini mengatakan bahwa di area sekitar tempat tinggalnya di Roma masyarakat terlihat mulai beraktivitas seperti biasa. Kebanyakan diantara warga Roma umumnya menghabiskan banyak waktu di taman berolahraga atau sekedar bersantai. Mereka yang ada di taman umumnya para orang tua yang ingin berjemur, sementara anak muda di Roma lebih memilih untuk berolahraga atau jalan kaki.

Aturan beraktivitas diluar ini kata Martin sudah dimulai sejak 4 Juni 2020 kemarin di Roma, Italia. Meski aturan tersebut resmi dikeluarkan oleh pemerintah, namun masih ada masyarakat yang lebih memilih untuk tinggal di rumah.

“Banyak orang memilih tinggal di rumah karena penyebaran masih ada,” katanya.

Kata Martin kegiatan masyarakat di luar ruangan masih di kontrol ketat oleh polisi. Aparat diketahui masih mengadakan patroli diseluruh tempat di Roma, Italia.

Selain Jadi Masjid, Pihak Kristen Ortodhox Juga Meminta Agar Hagia Sophia Kembali Jadi Bait Suci Bagi Umat Kristen

ISTANBUL – .Hagia Sopha tengah jadi bahan kontrovesi dunia karena Presiden Turki Erdogan hendak mengubah bangunan bersejarah ini menjadi masjid. Protes pun keluar bahkan dari luar negeri langsung seperti Amerika Serikat.

Seorang turis tengah berfoto di depan Hagia Sophia diantara pengunjung lain yang lalu lalang (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)

Seperti dilansir dari Hurriyet Daily News, Minggu (15/6) dukungan agar Hagia Sophia dijadikan sebagai tempat ibadah ternyata tidak hanya keluar dari sisi Islam saja, Patriaki Orthodox Armenia, Sahak Mashalin juga meminta agar tempat bersejarah ini juga dijadikan sebagai rumah untuk orang kristen. Peruntukan Hagia Sofia sebagai museum menurutnya sangat tidak elok mengingat sejarah pembangunannya adalah sebagai Bait Suci.

“Saya percaya bahwa doa orang-orang lebih cocok dengan semangat bait suci dari pada para turis yang penasaran berlarian untuk mengambil foto,” ujar Sahak, Senin (15/6).

Amerika Serikat melayangkan protes atas keputusan tersebut. Kementerian Luar Negeri AS seperti dilansir dalam thenationalherald mengimbau agar Hagia Sofia tidak dijadikan sebagai masjid. Permintaan yang disampaikan lewat  laporan tahunan International Religious Freedom Report ini dikeluarkan dengan sangat hati-hati.

Lewat surat tersebut pula, Menlu AS meminta agar Hagia Sophi dikembalikan pada sejarahnya yakni sebuah katedral untuk orang kristen . Ia sangat berharap agar Presiden Turki, Erdogan menghormati sejarah keagamaan yang menjadi pondasi Hagia Sophia

Bagian dalam Hagia Sofia yang tengah direnovasi (Fotografer: Haytam Muhamed Nawar untuk The Editor)

Untuk diketahui, Hagia Sophia merupakan gedung bersejarah yang pernah digunakan sebagai gereja untuk kaum Katolik Orthodox. Saat memasuki ruangan museum, dapat terlihat dengan jelas lukisan Yesus Kristus berukuran besar beserta dengan Maria dan Para Rasul. Lukisan yang dominan berwarna orange keemasan ini sangat menarik perhatian karena selain karena keunikannya, juga karena nilai historis yang tak ternilai harganya. Disebutkan bahwa 10 ribu pekerja diturunkan untuk merenovasi bangunan agar berubah kembali menjadi tempat beribadah.

Di dalam bangunan museum terdapat banyak hal yang menarik. Meski dihiasi oleh lukisan Yesus Krstus, namun di dalam museum juga terdapat tulisan kaligrafi yang diletakkan diatas langit-langit kubah. Dengan kata lain, museum ini memang selalu beralih fungsi selama beberapa ratus tahun karena perang. Meski demikian, peruntukan awal museum ini adalah Gereja Orthodox Yunani yang dibangun pada tahun 537 Masehi.

Dari tahun 537 hingga 1453 Hagia Sophia berfungsi sebagai Katedral Orthodox Timur yang didominasi oleh Patriark Ekumenis Konstantinopel. Namun, di antara tahun 1204 dan 1261 berubah jadi Gereja Katolik Roma saat Perang Salib. Baru kemudian di tahun 1453 bangunan ini diubah menjadi masjid hingga tahun 1931 dibawah Kekaisaran Latin. Baru kemudian Hagia Sophia dijadikan sebagai museum pada tanggal 1 Februari 1935. Nama Hagia Sophia sebagai katedral terbesar di dunia bertahan selama 1000 tahun, sampai akhirnya Katedral Seville di Spanyol selesai dibangun di tahun 1520.

Nama Sofia atau latinnya Sancta Sophia memiliki arti hikmat. Dalam bahasa Yunani gereja ini memiliki arti yang sangat berbeda yakni “Kuil Kebijaksaan Suci Allah”. Hal tersebut dapat terlihat dari relik mozaik wajah dan tubuh Yesus Kristus di dinding bangunan. Lukisan ini selesai dibangun pada abad ke-15 dan menjadi ikon Hagia Sofia.

Sayangnya, di masa pemerintahan Ottoman, yakni di tahun 1453, terjadi penghancuran besar-besaran atas properti gereja ini. Banyak mozaik bergambar Yesus, Maria, para orang-orang kudus Kristen serta malaikat dihancurkan dan di plester. Sebagai gantinya dibangun sebuah ceruk di dinding yang menghadap ke Mekah sebagai penanda arah sholat. Selain itu, kekaisaran Ottoman juga menambah mimbar dan empat menara baru sebagai pertanda pergantian kekuasaan di masa itu. Dan akhirnya di tahun 1931 Hagia Sophia ditutup selama empat tahun dan dibuka kembali sebagai museum di tahun 1935.

 

Pandemi Corona Mempengaruhi Desain APBN 2021

Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Sidang Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara Hari ini, Senin 15/6) Foto: Dokumen Pribadi)

JAKARTA – Dalam Sidang Paripurna perdana hari ini, Senin (15/6), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta pemerintah membahas tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2021.

Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Sidang Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara Hari ini, Senin 15/6) Foto: Dokumen Pribadi)

Puan Maharani selaku Ketua DPR RI mengatakan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2021 merupakan landasan dalam mendesain APBN 2021. Desain APBN 2021, sangat bergantung pada pemulihan Sosial dan Ekonomi pada tahun 2020 ini.

“Desain APBN 2021 agar diarahkan untuk menjadi stimulus kebijakan fiskal dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial, serta menjadi momentum dalam melakukan berbagai reformasi kebijakan pembangunan sehingga dapat mempercepat kemajuan Indonesia diberbagai bidang,” ujar Puan dalam pidatonya.

Puan memaklumi bahwa dampak pandemi corona sangat berpengaruh pada ekonomi. Sehingga terjadi ketidakpastian saat mendesain APBN 2021. Akibatnya akan banyak ruang antisipasi fiskal baik dari sisi pendapatan negara, belanja, maupun pembiayaan.

Meski demikian, dalam menyusun Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2021, Puan jamin pemerintah telah menyediakan antisipasi resiko ketidakpastian perkembangan pandemi Covid-19 dan dampaknya.

Ketua DPR Meminta Agar Pemerintah Mempertimbangkan Kemampuan Negara Menahan Resiko Beban Utang

Dalam kesempatan tersebut diketahui bahwa Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2021 menempatkan kebijakan belanja sebagai stimulus utama kebijakan fiskal agar mempertimbangkan juga kemampuan pendapatan negara, pengendalian defisit, kapasitas rasio utang dan resiko beban utang yang akan memberikan tekanan ruang fiskal pada tahun-tahun mendatang.

Puan tambahkan bahwa DPR dalam membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2021 akan mencermati dan memastikan agar kebijakan fiskal tahun 2021 dapat lebih efektif dalam menjalankan pembangunan nasional bagi kesejahteraan rakyat dan kemajuan diberbagai bidang.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, lanjut Puan, DPR melalui alat kelengkapan dewan, pada masa sidang ke IV ini akan melakukan rapat-rapat dengan mitra kerja maupun panitia kerja khususnya dalam penanganan dampak wabah Covid-19 di berbagai bidang dan sektor.

DPR melalui Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Covid-19 diketahui akan melakukan pengawasan atas pelaksanan alokasi anggaran dan program penanganan Covid-19, termasuk mencermati efektivitas realokasi dan refocusing anggaran Covid-19 yang dilakukan di kementerian/lembaga terkait.

“Fungsi pengawasan DPR juga akan diarahkan pada upaya pemulihan sosial dan ekonomi yang akan dilakukan oleh Pemerintah, seperti antara pemulihan di bidang pendidikan dengan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh, Pemulihan Pariwisata, Pemulihan Ekonomi Nasional dan lain sebagainya,” tuturnya.

Rapat Paripurna Perdana DPR Hari Ini Kuorum

Suasana Rapat Paripurna perdana di DPR RI (Foto: Dokumen Pribadi)
Suasana Rapat Paripurna perdana di DPR RI (Foto: Dokumen Pribadi)

JAKARTA – 82 orang anggota DPR RI hadir dalam Rapat Paripurna DPR RI ke 16 Masa Persidangan IV tahun sidang 2019 – 2020 di gelar di Gedung Nusantara dan dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani langsung, Jakarta, Senin (15/6). Dalam rapat tersebut juga diketahui bahwa 227 orang anggota hadir secara virtual sehingga rapat memenuhi kuorum dengan jumlah total yang hadir 309 anggota. Aturan tersebut diambil selama pandemi corona masih terjadi untuk mencegah penyebaran virus.

Salam Sapa Ketua DPR Puan Maharani Di Rapat Paripurna Perdana Di DPR

Foto: Dokumen Pribadi
Foto: Dokumen Pribadi

JAKARTA – Suasana perdana Rapat Paripurna yang digelar sore, Senin (15/6) ini di Gedung DPR/MPR RI. Tampak Ketua DPR RI Puan Maharani (baju hitam) bertegur sapa dengan pimpinan fraksi lain di gedung dewan. Dalam rapat ini protokol keamanan tetap dijaga agar terhindar dari virus corona dimana para pimpinan fraksi dan pimpinan alat kelengkapan dewan hadir fisik di ruang rapat paripurna. Sedangkan anggota yang lainnya mengikuti rapat paripurna secara virtual dengan tetap mematuhi persyaratan kuorum sesuai tata tertib persidangan. Tema utama dalam rapat adalah Pandangan Fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2021.

Masuki New Normal, DPR Akan Gelar Sidang Paripurna Perdana

Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Dokumen Pribadi)

JAKARTA – Masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan  pemerintah dalam masa transisi masa new normal.

Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Dokumen Pribadi)

“Sehingga kita  siap memasuki new normal,” ujar Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2019 – 2020, Senin (15/6).

Untuk diketahui, Sidang Paripuran Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2019 – 2020  tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19).

Para pimpinan fraksi dan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan hadir fisik di ruang rapat paripurna. Sedangkan anggota yang lainnya mengikuti rapat paripurna secara virtual dengan tetap mematuhi persyaratan kuorum sesuai tata tertib persidangan.

Selain pidato, Ketua DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV 2019 – 2020 sekaligus tanda berakhirnya masa reses. Sidang paripurna akan mengagendakan penyampaian Pandangan Fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2021. Hal ini sesuai dengan pasal 167 ayat (4) Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib yang menyebutkan bahwa: Fraksi menyampaikan pandangannya atas materi yang disampaikan oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dalam Rapat Paripurna DPR.

Puan berharap DPR RI mengoptimalkan fungsi anggarannya sehingga RAPBN 2021 mempunyai fondasi yang kokoh dalam menggerakan ekonomi dan penanganan pandemi covid-19 beserta dampaknya.

Turki, Negara Yang Minim Bangunan Pencakar Langit

Barisan apartemen di Turki dari atas Jembatan Bosphorus (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)

TURKI – Perkembangan ekonomi sebuah negara terlihat dari gaya hidup masyarakatnya. Salah satu yang paling mudah diketahui adalah dari cara pemerintah menyediakan perumahan untuk warganya.

Barisan apartemen di Turki dari atas Jembatan Bosphorus (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)

Turki misalnya, negara yang menjadi pertemuan budaya Eropa dan Asia ini memang sangat unik. Saat menyeberangi Jembatan Bosphorus dari Turki bagian Eropa maka akan langsung terlihat perbedaan budaya yang sangat signifikan. Tak perlu jauh-jauh, di ujung jembatan saja saya sudah disapa oleh sebuah perumahan bergaya Jepang yang sangat sulit dibedakan dengan yang ada di negara aslinya.

Saya pribadi sangat terkejut melihat perbedaan budaya yang sangat kental ini. Namun lebih mengagetkan lagi karena ternyata pemerintah Turki menyusun beberapa macam budaya otentik Asia di sepanjang Selat Bosphorus. Di Turki bagian Asia perumahan mewah masyarakat yang paling mudah terlihat umumnya bergaya China dan Jepang. Saya benar-benar tidak bisa membedakan apakah saya masih berada di Turki atau di Jepang karena hanya sekelebat mata saja semua sudah berubah.

Di Turki bagian Eropa sendiri terdapat beberapa model tempat tinggal masyarakat. Uniknya, sangat jarang ditemukan bangunan yang tingginya menggapai langit sebagaimana yang sering ditemukan di kota-kota besar.

Disini terdapat tiga jenis gaya hunian yang jadi patokan, yang pertama adalah rumah tradisional bergaya Ottoman. Rumah bergaya Ottoman ini sangat jarang dan bahkan tidak mungkin akan dijual karena memiliki nilai sejarah. Bangunan bertingkat dua atau tiga dengan konstruksi batu dan kayu. Rumah ini sangat mudah dikenali karena umumnya menggunakan atap berwarna orange dengan dinding berwarna putih namun penuh dengan ornamen ukiran.

Kedua adalah mansion yang umum berada di area tepi laut. Tipe bangunan yang juga berasal dari masa Kerajaan Ottoman ini merupakan salah satu hunian ekslusif di Turki. Halamannya biasanya sangat luas dan dikelilingi oleh taman-taman dengan ornamen kayu yang rumit. Aula rumah tipe ini biasanya beratap kubah dengan deretan jendela kayu. Desain ini dipakai untuk mendorong sirkulasi udara di musim panas.

Ketiga dan yang paling akan sering ditemukan di Turki adalah model apartemen. Tidak hanya di pusat kota, pemerintah Turki membangun apartemen hingga ke seluruh pelosok negeri ini. Uniknya, mini apartemen versi Turki juga dilengkapi dengan toko-toko dan tempat komersial di lantai dasar.

Dengan kata lain, bangunan ini terlihat sama seperti rumah tinggal biasa. Sangat berbeda dengan Indonesia dimana bangunan yang masuk dalam kategori apartemen biasanya mencapai 20 lantai, sementara di Turki hanya berkisar antara 3 sampai 5 lantai.

Seperti di Eropa, hunian apartemen di Turki dibuat sesuai dengan blue print pembangunan kota. Dengan demikian, tatanan bangunan terlihat sangat rapi antar satu dengan yang lain.