Membawa Domino dari Pos Ronda Menuju Meja Kafe

Must read

THE EDITOR – Malam di Yogyakarta selalu punya cara sendiri untuk merajut kehangatan. Di antara aroma kopi yang mengepul dan obrolan santai anak muda, ada sebuah bunyi akrab yang kini sedang bersiap mengambil ruang baru. Suara kepalan jemari yang beradu dengan meja, disusul bunyi gemerincing balok-balok kecil bergambar bulatan merah. Ya, domino—permainan yang selama ini lekat dengan atmosfer ronda malam dan tawa lepas di pos kamling—kini tengah bersiap bersolek menjadi sebuah cabang olahraga yang elegan.

Langkah baru ini mulai disemai dari ruang pertemuan Hotel Aston Gejayan, Yogyakarta, Kamis (13/8/2026) malam. Dalam suasana Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Pengurus Provinsi Olahraga Domino Nasional (ORADO) DIY, sebuah gagasan hangat lahir: membawa domino mendekat ke jantung kreativitas anak muda, yaitu kafe dan tempat tongkrongan di Jogja.

Ketua Bidang Teknik dan Wasit PB ORADO, Isra Prasetya Idris, menuturkan bahwa federasi yang baru berusia setengah tahun ini membawa mimpi yang besar. Ada ketulusan dalam suaranya saat membayangkan masa depan domino di tanah air.

“Kami ingin melihat putra-putri Indonesia membawa nama harum bangsa dengan Merah Putih karena menjadi atlet domino. Ini bisa kita wujudkan dengan kebersamaan,” tuturnya lembut. Di balik meja segi empat itu, domino bukan lagi sekadar pengisi waktu senggang, melainkan jembatan bagi generasi muda untuk mengukir prestasi.

Malam itu juga menjadi babak baru bagi kepengurusan daerah, seiring terpilihnya dr. Sobri Emigasando—atau yang akrab disapa dr. Miga—sebagai Ketua Pengprov ORADO DIY masa bakti 2026-2030. Di bawah nakhodanya, ORADO DIY ingin menyentuh sisi lain dari domino, yakni sebagai bagian dari industri olahraga (sport industry) yang menggerakkan roda ekonomi lokal.

Yogyakarta dan Sleman, dengan ratusan coffee shop yang hidup dan berdenyut bersama dinamika mahasiswa, dipilih menjadi titik mula. “Kami punya salah satu program kerja nanti ada spot-spot domino di beberapa coffee shop,” ujar dr. Miga. Melalui sudut-sudut domino (domino corner) di kafe, mereka berharap bisa menjaring bakat-bakat muda dari kalangan akademisi yang ingin mengasah kemampuan dalam atmosfer yang lebih segar dan modern.

Harapan senada juga diembuskan oleh John LBF, Ketua Bidang Humas PB ORADO DIY. Ia melihat domino dengan cara yang sangat indah. Di balik kesederhanaan balok-baloknya, ada ruang bagi anak muda untuk belajar tentang kehidupan.

“Karena ini sebetulnya olahraga yang positif, ada kecerdasan berhitung, strategi, kerja sama tim, kemudian ini melatih untuk mengambil keputusan. Sangat bagus bagi anak-anak muda,” ungkap John. Begitu menjanjikannya olahraga ini, hingga di beberapa daerah domino mulai diusulkan untuk menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Kelak, saat Anda melangkah ke kafe favorit di sudut Jogja, jangan terkejut jika mendapati sekelompok anak muda duduk melingkar dengan kening sedikit berkerut namun penuh senyum. Mereka tidak sedang sekadar bermain; mereka sedang merajut strategi, melatih ketajaman berpikir, dan mungkin, sedang bersiap membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Dari pos ronda yang bersahaja, domino kini siap menemani secangkir kopi hitam dan binar lampu kota Jogja.

MENINGKATKAN EKONOMI

(Kanan) Robert Ginting tengah menghadiri acara peresmian para pengurus ORADO DIY pada Kamis, 13 Agustus 2026 malam (Foto: Istimewa).

(Kanan) Robert Ginting tengah menghadiri acara peresmian para pengurus ORADO DIY pada Kamis, 13 Agustus 2026 malam (Foto: Istimewa).

Yogyakarta berbenah melampaui kota-kota lainnya di Indonesia, pasalnya, permainan domino yang biasa hanya dipakai mengisi waktu ruang untuk para pekerja ronda, kini resmi menjadi cabang olahraga berskala nasional. Tak ingin ketinggalan, Robert Ginting, salah satu anggota pengurus cabang olahraga ini mengatakan bila Yogyakarta akan tumbuh ekosistem ekonomi baru sebab para pengurus Olahraga Domino Nasional (ORADO) DIY mulai bergerak, tak sebatas kejuaraan nasional, tetapi kejuaraan daerah.

“Membangun kejuaran daerah lewat Domino Corner di cafe-cafe kota Yogyakarta akan dikembangkan oleh pengurus yang kemarin dilantik. Sistem ini tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru sebab peminat olahraga ini banyak, dan dari segala usia. Ide ORADO DIY bangun permainan domino akan ubah wajah yogya dan dorong pertumbuhan ekonomi baru,” ungkapnya saat berbincang dengan The Editor pada Jumat (14/8/2026).

Robert sangat optimis dengan pengembangan cabang olahraga domino ini karena setiap pengurus yang ikut ambil bagian dalam ORADO memiliki tujuh yang sama. Ia yakin, wajah kota Yogya juga akan berubah, terlebih, kini setiap orang yang suka domino, bisa saling bertemu dan berkenalan satu sama lain.

“Keramahan adalah khas kota Yogya. Nantinya diharapkan setiap orang dapat saling berkenalan satu sama lain karena hobi bermain domino. Banyak yang ahli sekali dalam permainan ini, sangat optimis bisa menang di kejuaraan nasional nanti,” katanya.

Dia juga tidak menutup kemungkinan setiap orang dari segala lapisan masyarakat untuk ikut meramaikan serta menjadikan diri mereka jadi kontestan dalam kejuaraan daerah nantinya.

Sebagaimana diketahui, Ketua Pengprov ORADO DIY 2026-2030 Sobri Emigasando yang baru dilantik beberapa waktu lalu berencana menggarap potensi atlet domino dari kawasan Sleman dan Kota Yogyakarta yang selama ini menyimpan potensi tersendiri atas cabang olahraga ini.

Salah satu program kerja yang didorong adalah membangun spot-spot domino di setiap coffee shop di area Sleman dan Yogya.

Saat ini, ia sudah memprioritaskan beberapa coffee shop di dua kawasan tersebut, meski tidak disebutkan namanya, tapi, sasaran utama Sobri adalah tongkrongan yang banyak diminati oleh mahasiswa.

Ia juga sangat optimis peminat olahraga domino sangat banyak dan mereka yang menggelutinya juga sangat pintar karena  domino menuntut strategi kecerdasan dalam berhitung.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Baru