21.3 C
Indonesia
Saturday, January 24, 2026

Paviliun Indonesia Resmi Dibuka di Cairo International Book Fair 2026

Must read

THE EDITOR – Paviliun Indonesia pada ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 resmi dibuka pada Rabu (21/1/2026) pukul 12.30 waktu Kairo. Ratusan pengunjung internasional berbaur dengan jajaran pejabat yang hadir dalam acara tersebut, diantaranya Kuasa Usaha ad interim KBRI Kairo, Zaim Nasution dan dihadiri jajaran pejabat KBRI Kairo, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia dan mahasiswa Indonesia di Mesir di Egypt International Exhibition Center, Kairo.

Perwakilan Kementerian Agama yang merupakan Pentashih Mushaf Al-Qur’an pada Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Asep Rifqi Abdul Aziz mengatakan bila keikutsertaan Indonesia dalam CIBF merupakan langkah strategis untuk memperkuat kehadiran dan kontribusi Indonesia dalam percaturan intelektual Islam global.

“Partisipasi Indonesia dalam CIBF ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, terutama Kementerian Agama, untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam diskursus intelektual Islam dunia,” ujarnya dalam keterangan yang diterima oleh The Editor pada Sabtu (24/1/2026).

Asep Rifqi menjelaskan, Pemerintah Indonesia tidak hanya menampilkan karya ilmiah berupa buku dan produk keilmuan, tetapi juga produk amaliah sebagai praktik nilai keagamaan yang membumi. 

“Yang kami hadirkan bukan hanya produk pemikiran, tetapi juga praktik nilai keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat,” katanya.

Ia menambahkan, partisipasi Indonesia di CIBF juga menjadi bagian dari penguatan ekoteologi di tingkat internasional sebagai implementasi Asta Protas Kementerian Agama. “Ekoteologi menempatkan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Asep Rifqi, keikutsertaan Indonesia didukung berbagai lembaga strategis, yaitu KBRI Kairo, Ditjen Bimas Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), LPMQ, Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), serta LEMKA.

Sementara itu, Kuasa Usaha ad Interim KBRI Kairo, Zaim Nasution mengatakan bahwa kehadiran Indonesia dalam CIBF merupakan bagian dari penguatan diplomasi kebudayaan dan keagamaan, sekaligus ruang dialog dan pertukaran pemikiran intelektual.

Zaim mengapresiasi Kementerian Agama atas hadirnya kembali Indonesia pada pameran buku internasional di Mesir setelah sekitar 20 tahun absen. 

Menurutnya partisipasi ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional, mempererat hubungan historis Indonesia–Mesir sekaligus sebagai bentuk penerjemahan kerjasama strategic partnership yang ditandatangani oleh Presiden RI dan Presiden Mesir pada April 2025 di Kairo.

“Partisipasi ini menandai kebangkitan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional, sekaligus mempererat hubungan historis, dan kerjasama strategic partnership Indonesia-Mesir ” ungkapnya.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol resmi dibukanya Paviliun Indonesia di hadapan para undangan dan pengunjung pameran.

Pembukaan paviliun juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Ashraf AboArafe, seniman, penyair, dan novelis asal Mesir sekaligus Chairman dan Pemimpin Redaksi media diplomasi internasional aldiplomasy.com.

Paviliun Indonesia tahun ini menarik perhatian pengunjung lintas negara, antara lain melalui demonstrasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat yang diperagakan secara langsung oleh Hilma. Pendekatan inklusif tersebut mendapat respons positif dari pengunjung Mesir.

Selain itu, Paviliun Indonesia menampilkan manuskrip kuno, karya-karya ulama Nusantara bertema ekoteologi, serta berbagai produk mushaf Al-Qur’an hasil produksi UPQ sebagai kontribusi Indonesia dalam pengembangan mushaf Al-Qur’an berkualitas.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Baru