Aksi KITRA di Luwu pada Sabtu, 30 Juli 2021 (Foto: THE EDITOR)
LUWU – Aktivis gerakan KITRA Kabupaten Luwu gelar aksi sosialisasi tuntutan agar pemerintah menaikkan gaji TNI POLRI sebesar 50 juta per bulan. Gerakan ini dilakukan dengan membagikan selebaran kertas yang berisi tuntutan yang harus dipenuhi oleh pemerintah terkait gaji aparat kepolisian di Lapangan Opu Daeng Risadju, Luwu, Sabtu (30/7).
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Gerakan KITRA memperjuangkan kesejahteraan TNI POLRI,” ujar Koordinator KITRA Luwu, Hasmin Sulaeman dalam keterangan yang diterima redaksi.
Kata Hasimin, dukungan dan kepedulian KITRA bersama masyarakat Luwu akan berpengaruh bagi terwujudnya kenaikan 50 juta gaji TNI POLRI di masa depan.
Menurutnya, sosialisasi ini dilakukan Kitra Luwu sebagai bagian untuk membangun solidaritas sesama anak bangsa. Karena selama ini pemerintah dianggap telah memiskinkan aparat kepolisian dan TNI.
“Pemiskinan yang melanda TNI POLRI jangan dianggap hanya urusan keluarga TNI POLRI tetapi harus menjadi keprihatinan kita semua,” tuturnya.
Bila tuntutan KITRA yang didasari niat dan kesadaran membangun negara ini tidak segera diwujudkan oleh pemerintah dan pihak terkait, lanjutnya, maka KITRA Luwu akan terus bergerak.
“Tuntutan ini adalah harga mati yang harus diwujudkan pemerintah, bangsa ini jangan sampai terkesan atau secara tidak sadar telah mempermainkan nasib keluarga TNI POLRI,” pungkasnya
Foto teleskopik saat matahari melepaskan massa korona (Foto: The Week/ THE EDITOR}
THE EDITOR – Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre/ASMC) memprediksikan bahwa gelombang panas berpotensi melanda Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dalam beberapa bulan.
Dalam keterangan resminya yang dikeluarkan beberapa hari lalu, suhu yang akandatang ini membuat cuaca lebih panas dari biasanya dari bulan Maret, April hingga mei 2026.
Akibatnya, musim kemarau berpotensi akan datang lebih cepat di Indonesia. Wilayah yang akan terkena dampaknya adalah pesisir utara Jawa bagai barat, sebagian Jawa Tengah dan jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan sebagian Kalimantan serta Sulawesi.
Situasi ini justru membuat dunia mulai diserang ketegangan sebab permintaan akan energi dan listrik justru mulai meningkat tajam, terlebih situasi politik kawasan Timur Tengah belum juga redam sejak awal tahun 2026 kemarin.
Situs media Singapura yang berbahasa Indonesia CNA pada 11 Maret 2026 melaporkan bila Vietnam dan Thailand membidik pengiriman LNG pada Maret dan April, sementara Thailand menambah tiga kargo spot pada periode tersebut.
Singapura, yang lebih dari 40 persen kebutuhan LNG-nya tahun lalu berasal dari Qatar, berpotensi menghadapi lonjakan harga listrik pada kuartal kedua.
Harga spot gas di Asia tercatat melonjak dalam sepekan terakhir dan tetap tinggi, membuat pembeli dari Asia Tenggara harus bersaing dengan negara-negara lain di Asia dan Eropa untuk mendapatkan pasokan terbatas.
(Kanan) Ketua Umum Special Olympic Indonesia (SOIna), Warsito Ellwein dan (kiri) Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria (FOTO: Humas SOIna)
THE EDITOR – Pentingnya literasi digital kalangan disabilitas intelektual di antaranya autis, down syndrome, tuna grahita dan sindrom penggejala gangguan pikir lain yang jumlahnya 5,2 juta warga menjadi sorotan perhatian Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria saat menerima audiensi Ketua Umum Special Olympic Indonesia (SOIna), Warsito Ellwein.
Nezar Patria memberikan dukungan terhadap kegiatan olah raga atlit bertalenta khusus agar generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan berprestasi di tengah keterbatasan. Dilaporkan bahwa SOIna akan menggelar hajatan empat tahunan Pekan Special Olympic Nasional (Pesonas) di Kupang, NTT pada Oktober 2026.
Sebanyaknya 1200 atlit dapat mengikuti pertandingan 20 lebih aneka cabang olah raga sesuai standard Special Olympic International (SOI), satu badan organisasi nirlaba yang sejak 1988 diakui Komite Olimpiade Internasional. Aktivitas olah raga khusus ini bermula beberapa tahun sebelumnya saat musim panas di Amerika Serikat.
Indonesia bergabung sejak 1989 menjadi negara anggota yang ke 76. Saat ini anggota berkisar hampir 180-an negara. SOIna di bawah kepemimpinan Warsito Ellwein aktif terlibat dalam pengembangan kerjasama kawasan, khususnya SO East Asia Region.
Sekira 30 Provinsi terbentuk kepengurusannya. Termasuk 4 istri Gubernur di Sumatera dan Kalimantan menjadi Ketua harian di daerah. 150 lebih struktur Pengurus Daerah Kabupaten/Kota banyak diketuai Bupati/Wakil Bupati dan Walikota selain para tokoh seperti Kepala Sekolah.
Ajang Pesonas 2026 di NTT menjadi dasar kompetisi prestasi atlit bertalenta khusus tampil menjadi delegasi ke Special Olympics World Summer Games (SOWSG) di Santiago Chile pada 12 hingga 24 Oktober 2027.
Anastasia Aresyenan Bwariat (Tim Jakarta) meraih Medali Perunggu dalam ajang Special Olympics World Winter Games 2025 di Turin (FOTO: Instagram @soindonesia)
Sejak tahun 1991 SOIna mengirim tim atlit bertalenta khusus penyandang disabilitas intelektual. Berlaga di Amerika Serikat, Irlandia, Cina, Yunani, Korea Selatan, Australia, Austria, UEA, Jerman dan Italia. Puluhan medali emas, perak, dan perunggu dimenangkan dan dibawa ke tanah air.
“Mari kita dukung NTT sebagai Provinsi olah raga. Komitmen Gubernur Melki patut diapresiasi peduli menaruh penghargaan terhadap para atlit. Mereka adalah adik-adik hebat berprestasi. Saudara kita yang penuh sikap sportif dalam lubuk hati tulus dan jujur”, kata Warsito, Ketua PP SOIna, 2 periode.
Kami sowan kepada Mas Wamen Komdigi Nezar Patria sekaligus bertukar pikiran rencana menggelar kegiatan Gala Dinner pada pertengahan Mei 2026 di Jakarta. Insya allah venuenya di gedung RRI, Jln. Medan Merdeka Barat.
Anastasia Aresyenan Bwariat (Tim Jakarta) meraih Medali Perunggu dalam ajang Special Olympics World Winter Games 2025 di Turin (FOTO: Instagram @soindonesia)
THE EDITOR – Bila anda ingin melihat pertandingan olahraga yang sesungguhnya dan sportif maka bersiaplah karena pekan olah raga Special Olympics Indonesia (SOIna) akan segera dilangsungkan baik secara nasional dan internasional.
SOIna adalah ajang olahraga dunia yang sangat istimewa karena di kompetisi ini anda akan melihat untuk pertama kalinya orang-orang dengan gangguan difabilitas intelektual mampu beraktivitas layaknya olahragawan profesional. Padahal penyandang ini rata-rata hanya memiliki IQ di bawah 70.
SOIna juga menjadi satu-satunya organisasi di Indonesia yang diakui secara internasional (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi atlet-atlet istimewa ini.
Lebih dari 2000 peserta dari seluruh dunia akan bergabung dalam kompetisi bergengsi ini di Santiago, Chile pada Oktober 2027 nanti. Untuk itu, Indonesia bersiap melakukan ajang seleksi untuk para atlet yang akan lolos nanti melalui Pekan Olahraga Special Olympics Indonesia (SOIna) yang akan diadakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2026 ini.
Untuk tahu lebih jauh tentang kompetisi istimewa ini, The Editor memperoleh kesempatan untuk berbicara langsung dengan Ketua Umum Pusat (SOIna), Warsito Ellwein pada Rabu (11/3/2026) sore di kantor pusat SOIna di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Warsito mengatakan, 63 atlet dari berbagai cabang olahraga akan dikirimkan di Chile tahun 2027 nanti, dimana sebelumnya hanya 20 atlet saja. Tak tanggung-tanggung, Warsito juga menargetkan ingin membawa pulang 20 medali emas, 35 perak dan 40 perunggu dalam kompetisi ini.
Untuk mencapai target tersebut, Warsito dan seluruh Tim dalam SOIna pada Rabu sore yang diisi oleh para profesional memutuskan untuk memulai prosesi ajang olahraga ini melalui Gala Dinner untuk penggalangan dana, menjaring dukungan donatur dan memperkenalkan potensi atlet bertalenta khusus kepada publik.
(Tengah-baju putih) Ketua Umum Pusat (SOIna), Warsito Ellwein bersama para delegasi SOIna siap berpartisipasi di Special Olympics World Winter Games 2025 di Turin, Italia (FOTO: Instagram @soindonesia)
Di luar negeri sendiri, Warsito mengatakan bila kantor-kantor kedutaan Indonesia sangat antusias dalam menyambut pekan olahraga ini, termasuk Duta Besar Indonesia di Chile. Kedatangan para atlet kini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh mereka.
Yang pasti, Warsito mengatakan bila SOIna menyediakan kesempatan inklusif bagi penyandang disabilitas intelektual untuk menemukan dan mengeluarkan potensi juara dalam diri mereka. Atlet-atlet ini dapat merasakan sensasi berkompetisi dalam olahraga yang sesungguhnya serta mampu mengatasi perasaan rendah diri, memahami arti kemenangan dan tetap aktif sepanjang hidup mereka.
ADA APA DI GALA DINNER?
Warsito yang didampingi oleh Asisten Ketua Umum Bidang Media, Dony Iswandono mengatakan bila Gala Dinner untuk Special Olympics diselenggarakan utamanya untuk menggalang dana guna mendukung biaya pelatihan dan keikutsertaan para atlet dalam kompetisi secara nasional dan internasional.
Gala Dinner ini akan menjadi momentum awal menuju pekan olahraga nasional SOIna yang akan dilakukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur tahun 2026 ini.
“Selain itu, acara ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, merayakan prestasi para atlet, serta membangun jejaring dengan mitra pendukung,” kata Warsito.
Di Indonesia sendiri, lanjut Warsito, citra para penyandang disabilitas intelektual ini masih sangat buruk. Bahkan, tak sedikit menganggap keberadaan mereka sebagai sebuah kutukan.
“Jumlahnya di Indonesia mencapai 5 juta orang,” ujar Warsito.
Tak hanya itu, banyak di antara mereka berasal dari keluarga yang mampu tetapi disembunyikan karena dianggap membawa aib bagi keluarga.
Kejuaraan Renang Nasional Disabilitas Intelektual 2026 berhasil digelar berkat dukungan dan kolaborasi SOIna dengan Lions Club International Foundation di Kolam Renang Bulungan, Jakarta, pada 14 Januari 2026 kemari (FOTO: Instagram @soindonesia)
Berkaca dari situasi tersebut, Warsito maju ke dunia internasional untuk meyakinkan Indonesia bahwa penyandang disabilitas intelektual adalah manusia yang diberi kecerdasan yang istimewa.
“Di masyarakat kita yang diakui hanya orang pintar saja. Tetapi orang baik dan orang jujur tidak diakui,” ungkap Warsito.
“Eropa sudah lebih maju karena disabilitas diletakkan di depan, tetapi tidak di Indonesia. Untuk itu, anak-anak dan orang dewasa yang seperti ini kita kasih ruang bebas,” tambahnya.
Selama ini ruang untuk para penyandang disabilitas hanya di rumah dan penuh dengan kekangan akibat dari minimnya aliterasi tentang penyandang difabilitas intelektual.
Warsito berharap dalam Gala Dinner nanti, edukasi dan kecintaan pada para penyandang disabilitas intelektual makin tumbuh di kalangan-kalangan yang akan hadir nantinya.
Gala Dinner ini akan menjadi momentum awal menuju pekan olahraga nasional SOIna yang akan dilakukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur tahun 2026 ini.
APA PRESTASI YANG PERNAH DICAPAI INDONESIA DI DUNIA?
Dony mengatakan bila dalam Special Olympics World Summer Games (SOWSG) 2023 di Berlin, Jerman, kontingen Indonesia berhasil meraih 10 medali emas, 5 perak dan 8 perunggu.
Berkaca dari pengalaman tersebut, 63 atlet dari berbagai cabang olahraga akan dikirimkan di Chile tahun 2027 nanti dengan target membawa pulang 20 medali emas, 35 perak dan 40 perunggu dalam kompetisi ini.
Kisah selanjutnya, “Para Atlet Special Olympics Indonesia Semangat Mengibarkan Merah Putih di Dunia”
Image of bomb explosions in Tehran early Saturday drew attention; they were similar to apocalyptic bombs (Photo: The Asian)
THE EDITOR – While a week has passed since the Israeli and US attacks on Iran and Iran’s defensive-offensive response that embroiled Arab countries in the war, the challenge of anger-reason has reached its peak.
“Foreign media believe that some aspects of this war were not foreseen. Of course, the United States and Israel have more advanced weapons, but what analysts believe has prevented the war from being one-sided in their favor is that Iran uses cheap and numerous drones and missiles. But the defense that the other side uses and sometimes destroys is very expensive. An unequal deal on both sides,” said The Asian on 7 March 2026.
Perhaps this trend caused the United States, whose anger is evident in the recent statements of its president, to use the maximum power of its air fleet on Saturday morning. They carried out multi-stage attacks on Tehran’s National Airport with B2 stealth aircraft.
In addition to the three phases of the attack from 2 to 7 a.m. local time, the explosion of fuel tanks kept people in the surrounding densely populated towns awake until the morning. Meanwhile, images released in the hours that followed created the impression that the attackers were using special bombs; with explosions similar to bombs of mass destruction!”
This is the violent face of war, which can become more visible as it continues. A Persian proverb says, “You don’t give sweets during a fight!”
A student who left her school in southern Iran (Arab region) minutes before the attack, speaking about her classmates in a video posted online, while standing among the ruins of the school (Photo: The Asian).
The news conveys only one feeling: this continuation of violence caused by anger has no end, and whichever side deals a bigger blow, the other side plans the next blow more severely.
In such circumstances, experienced and balanced politicians can help the situation. At 11 a.m. on Saturday, Tehran time, Iranian President Pezeshkyan released a video message on national television. In this message, he thanked the people for their support, but it was clear from his words that he intended to define Iran’s foreign policy towards Iran’s land and sea neighbors.
After the Iranian Foreign Minister, he is the highest Iranian official to apologize to neighboring countries for firing missiles and drones. The attack on Arab countries south of Iran is a criticism that has been leveled at Iran in recent days.
Iran has responded by saying that it attacked the geographical area that was the origin of the attack on Iran (referring to the numerous US military bases in the region, according to military-economic agreements with Arab countries).
Pezeshkyan said today that the Leadership Council (the temporary replacement for the Iranian leader who was assassinated at the beginning of the war, consisting of the president, the head of the judiciary, and a religious figure who is a lawyer) agreed last night that no more attacks will be carried out anywhere in neighboring countries, except for specific sources of fire on Iran.
He continued with another message to neighboring countries, which seems to be addressed to neighbors with land borders in the north and west of Iran. He requested that ethnic separatist groups not be allowed to attack Iran on land; and that they not become playthings for the purposes of Netanyahu and Trump.
Of course, he revealed: When our leader and military commanders were assassinated at the beginning of the war, the army, with its own judgment, did what it thought was right.
This statement can be considered an implicit acceptance of some miscalculations in the firing. Saudi Arabia also asked Iran not to make miscalculations following some firings in the past few hours at points in this country.
Today’s speech by the Iranian President created hope for a reduction in tensions. Because during war, military commanders are constantly making threats.
Iran’s controlled attacks have seriously affected the psychological peace of the people and the economy of countries such as Bahrain, Qatar, Kuwait and the United Arab Emirates, although they have not suffered serious casualties in this war. A situation that is not desirable for anyone.
The condition of cars parked in front of a bombed building in Tehran (Photo: Alireza Bahrami)
But according to the latest official figures, by the end of Thursday, more than 1,200 Iranians had been killed in the war, most of them civilians, as more than 3,000 homes had been destroyed.
According to these figures, 30 percent of the dead were children and teenagers, as only 168 people were killed in the attack on a girls’ primary school in southern Iran, an incident that had international repercussions. Seventeen people were also killed in a small town near Tehran while shopping at a bakery, or some others at a roadside gas station as they were leaving Tehran.
In a fight, sweets are not given as gifts, and the monster of war sacrifices defenseless people.
In this chaos, humanity becomes more important. We see our journalist colleagues who, when visiting destroyed houses, sometimes step out of their work roles and act as relief workers, in khaki and bloodstained clothes.
As I type these words, Tehran has been attacked several more times. In one of the attacks, the building next to the psychiatric hospital was destroyed. I think of the psychiatric patients in the hospital and their condition after the terrible sound of the explosion.
The sooner the war ends, the less humanity suffers.
People were in bed when their homes were destroyed (Photo: Entekhab/The Asian)
THE EDITOR – The last month of winter in Iran is like Christmas. The Persian New Year begins on the first day of spring. For this reason, the last weeks of winter are filled with excitement and preparation for the New Year holidays; but this year there is no sign of this; because the war has affected human life with its violence.
“Tehran has been seriously affected by airstrikes, as in the 12-day war nine months ago, but it has not yet returned to the solitude of that period; although less than 48 hours after the war began, ordinary houses were also targeted by missile attacks,” said The Asian on 5 March 2026.
The United States and Israel are right; their armies still do not target residential buildings – except in rare cases of personality assassinations. But the problem is that they have defined new targets where the destruction of houses and the death of ordinary people have become commonplace: attacks on police stations in urban neighborhoods.
Given the serious difference between police stations and army barracks, a significant number of houses, shops and private cars are destroyed in each attack on them.
Aerial image of the preparation of graves of elementary school students in southern Iran
This situation has also damaged a number of hospitals and forced them to close. The scenes of newborns leaving a hospital saddened people.
But the peak of this miscalculation occurred in a small town in southern Iran. They attacked a recreation complex belonging to the IRGC military force; while part of it had been allocated to a girls’ elementary school since the previous year. More than 100 girls aged 6 to 9 were killed in this attack. The images of this attack and the preparation of the children’s graves had a lot of international repercussions.
However, life in Tehran has not stopped. Shops selling daily necessities and service centers are active. For example, shops that replace car windows are busy.
But the attacks of the past few days have also destroyed part of Tehran’s bazaar. So, there is no news of the excitement before the New Year. Because these things have lost their priority. Some of the people of Tehran have left the city and gone to other cities. This trend intensified after the attacks on homes began.
Most of those who have remained in the city prefer to stay at home. 5 days ago, after the first attack, I went to a post office near my workplace to send two parcels (books) to other cities. Now that post office (after the attack on the police headquarters opposite it two days ago) is half-destroyed. Naturally, traveling on the streets of the city has become dangerous.
One of the tourist centers of Tehran is the historical Golestan Palace near Tehran Bazaar. A historical monument registered on the UNESCO list. It was also damaged by the blast wave in the missile attack on the Iranian judiciary. I spoke to one of its officials on the phone. Their estimate is that it will be closed for 5 years for restoration, at a cost of 30 million dollars for restoration.
When the war is over, much of the infrastructure will be damaged. However, it is human lives that cannot be valued. The number of people killed in Iran in the 5 days of the war has exceeded a thousand.
No one is able to compensate for the lives of people and the damage to families.
Politicians decide to fight each other and ordinary people become victims. This is the ruthless face of war. The real face of war!
Calculations of war and human lives
A shopkeeper in Tehran collects leftover goods after a missile attack. They were preparing for a New Year’s Eve sale (Photo: Davoud Ghahrdar/The Asian) A shopkeeper in Tehran collects leftover goods after a missile attack. They were preparing for a New Year’s Eve sale (Photo: Davoud Ghahrdar/The Asian)
In both attacks on Iran, Trump and Netanyahu counted on the support of Iranian protesters who demand fundamental change. Especially in this period. But their calculations did not turn out right.
Some of the protesters have left Tehran, and it is natural that a war situation creates contractions and caution.
In the city, I encountered people who considered Iranian government officials to be the cause of this situation. Another group considered the excesses of Trump and Netanyahu to be the main reason. But the third group had a wandering mind and could not distinguish what was right. All three groups were frightened by the sounds of explosions.
Evidence also shows that the attackers in Iran had planned a ground attack by separatist groups, especially from the Kurdistan Region of Iraq. But the behavior of yesterday and today showed that they were not willing to replace the ground forces of the United States Army.
The Trump administration has announced that it will not start a ground war under any circumstances. Perhaps these statements made the separatist groups feel uncomfortable about participating in the war.
However, the governorates and garrisons of Kurdish cities in western Iran were regularly targeted by missile attacks, and Iran also attacked the ammunition depots of Kurdish groups in Iraq.
A huge fire at a mosque in Tehran's Saadatabad district, northwest of Tehran, on January 8, 2026 (Photo: Iran Internasional).
THE EDITOR –President Donald Trump, by attacking Iran, made a decision that five presidents before him had not made. The decision, he said, was made to prevent Iran from acquiring nuclear weapons.
Now that the security of a vast region and the order of the global economy have been disrupted, he is accused of not having the necessary plan and calculations before making the decision.
“Venezuela and Iran have 31% of the world’s oil reserves,” US Senator Lindsey Graham has said in a television interview. “We are going to share 31% of the known reserves, and this is a nightmare for China.,” Said The Asian on 10 March 2026.
These words caused Iranian officials to say, “So, the problem was not nuclear weapons from the beginning!”
Also, an old argument of Iranian officials has been that the Israeli regime, with its large number of nuclear warheads and a history of wars and numerous attacks, is going to disarm Iran from a nuclear point of view; and this is a contradiction.
Iran has always been a challenge for the West, especially the United States, since the 1979 revolution. Fundamentalist behavior in Iran has always been a source of conflict. Even after the Khatami presidency, which introduced the idea of a “dialogue of civilizations” and was welcomed around the world, the Ahmadinejad presidency, which questioned the Holocaust, again destroyed all interactions.
Peta wilayah Iran (kanan) dan Israel (kiri) yang dikeluarkan oleh American Enterprise Institute (FOTO: Reuters).
However, it allowed countries such as the United States and Britain to sell a huge number of weapons to Arab countries in the region.
The domestic hatred of Ahmadinejad – who was apparently undesirable for the West and in practice, was very beneficial to them – led Rouhani to become president in Iran.
During his first term, the JCPOA agreement was concluded between Iran and six Western countries. Iran’s uranium enrichment was limited and in return, Iran received financial resources from oil sales.
However, with the end of the Obama administration and the inauguration of Trump (first term), the new president canceled this agreement, saying that it did not provide good financial benefits for the United States.
President Biden, however, considered a war with Iran to be harmful to his country’s economy and the world. Until Trump became president of the United States again. Since then, Iran has been attacked twice.
Hundreds of people died, many homes were destroyed, and the war spread to several countries in the region, as Trump claimed to have destroyed Iran’s nuclear capability. Now, the “safe” option for countries such as the United Arab Emirates and Qatar for investment has been called into question.
After the war began, oil prices fluctuated greatly, stock markets experienced intense tension, and lines of cars formed in front of gas stations in various countries, worried about the future, because a third of the world’s oil passes through the Strait of Hormuz, which the war caused to close.
As oil prices rose, pressure on Trump increased; until he said on Monday, “I think the war is coming to an end.”
Protesters gather as vehicles burn, amid evolving anti-government unrest, in Tehran, Iran, in this screen grab obtained from a social media video released on January 9, 2026. (PHOTO: Social Media/via REUTERS/The Jerusalem Post).
After this statement, oil prices fell on world markets, but the people and soldiers who were killed did not survive. A few hours later, the price of oil rose above $100 again following the reactions of Iranian officials; a price that has been unprecedented since Russia invaded Ukraine.
Iran’s diplomatic team in the nuclear negotiations has repeatedly criticized Trump and his special envoy, mocking them for treating a diplomatic issue like a real estate transaction.
Iranian officials responded to Trump’s words by saying that they would only agree to a ceasefire if they received a guarantee that Iran would not be attacked again in a few months.
But whether it is Trump or someone else, the Middle East oil is a major target. And for this purpose, a war can be launched. During Bush’s invasion of Iraq, the claim of building nuclear weapons was also made; a claim that was later proven to be untrue, but the United States controlled the exploitation of Iraq’s oil wells for years.
Likewise, for years, it controlled the mines of Afghanistan; and the scenario that was also carried out, with pride, regarding Venezuela. Senator Lindsey Graham says, “It’s a good investment.”
But the head of Iran’s emergency organization says that of the more than 1,250 people killed in the war, 190 are under the age of 18.
Of the wounded, 1,400 are women. 700 of the wounded are under 18 and 60 are under five, while 200 of the dead are women, the youngest being 8 months old and the oldest 88 years old.
This is the true face of war; in countries of color! In the third world!
Rita Panahi, Jurnalis Sky News, Australia (FOTO: Tangkapan layar Youtube)
THE EDITOR – Jurnalis berdarah Iran, Rita Panahi yang melarikan diri bersama orang tuanya saat anak-anak dari rezim Khomeini di Iran merayakan kabar tewasnya Ayatullah Ruhollah Khomeini dalam siaran langsung yang ditayangkan oleh Sky News, Australia.
Panahi memulai komentarnya dengan mengatakan bahwa ini “akan menjadi editorial terpendek yang pernah saya sampaikan”, dan menambahkan bahwa Iran “berada di ambang pembebasan”,” seperti dikutip oleh The Editor dari News.com.
“Setelah 47 tahun tirani Islam, sang diktator telah mati,” lanjut Panahi.
“Saya tidak pernah menyangka akan melihat hari ini selama hidup saya.”
Khamenei, yang telah memerintah Republik Islam sejak 1989, tewas pada Sabtu malam dalam serangan militer gabungan AS-Israel yang signifikan yang menghantam kompleks bentengnya di pusat Teheran, menurut media pemerintah Iran dan laporan Barat.
Operasi tersebut, yang digambarkan oleh para pejabat sebagai “Operasi Epic Fury” di AS dan melibatkan serangan udara dan rudal terkoordinasi yang menargetkan beberapa tokoh senior rezim Iran.
Serangan ini juga dilakukan dengan bantuan badan intelijen yang berada di lokasi untuk melaporkan tentang pertemuan para pemimpin rezim Iran yang sangat jarang terjadi di pagi itu. Informasi ini membuat dunia terkejut.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden AS Donald Trump sama-sama mengkonfirmasi bahwa kompleks tersebut hancur dan Khamenei telah tewas, dengan laporan yang mengatakan sekitar 40 pejabat tinggi Iran juga tewas.
Rita Panahi lahir di Pine Bluff, sebuah kota di negara bagian Arkansas, AS, dan menghabiskan masa kecilnya di Teheran sebelum beremigrasi ke Melbourne.
Ia telah berbicara secara terbuka tentang penentangannya terhadap Republik Islam dan perlakuan rezim terhadap perempuan.
Ledakan emosi pada hari Minggu kemarin menandai salah satu kecaman paling langsung dan pribadi yang pernah ia lontarkan terhadap kepemimpinan rezim tersebut.
Dalam siaran tersebut, Rita secara langsung menyebut bila Ayatullah Ruhollah Khomeini adalah seorang diktator.
Bahkan, dengan santai Ia menyampaikan kebahagiannya dalam Bahasa Persia yang ramai dibicarakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Sebagai informasi, sebagian kata-kata Rita harus disensor oleh redaksi The Editor. Namun, sindiran terakhir tersebut disampaikan oleh Rita Panahi dalam bahasa Persia yang Ia terjemahkan langsung di akun media sosial Instagramnya.
A woman gestures during a mass funeral held for over 100 members of the security forces whom authorities said were killed during recent nationwide protests, on January 14, 2026 outside Tehran University in Tehran, Iran (Stringer/Getty Images/The Al Jazeera)
THE EDITOR -Aksi protes yang dilakukan oleh ribuan warga Iran di kota Teheran sepertinya tidak bisa ditutupi oleh dunia. Banyak yang bertanya mengapa ada protes bila klaim bahwa seluruh warga Iran mendukung pemerintahan mendiang Ayatullah Ruhollah Khomeini.
Apa yang terjadi dengan warga Iran sebenarnya? Mengapa ada banyak informasi yang mengatakan bila aksi protes warga diredam dengan peluru tajam yang diarahkan ke apartemen warga Iran yang terdengar seolah bersorak saat rezim jatuh?
Untuk mengetahui lebih jauh, The Editor akan menulis seputar informasi yang dirangkum dari pertemuan langsung warga Iran dan beberapa sosial media yang berhasil ditemukan oleh redaksi.
Sangat sulit mendapat informasi ini namun, tak sedikit warga Iran yang berhasil melarikan diri dari serangan rezim menyuarakan dirinya secara terbuka di publik.
Suara-suara yang kuat ini cukup menarik untuk diketahui karena ternyata selama ini tidak ada yang tahu tentang situasi yang terjadi di Iran kecuali oleh mereka-mereka yang pernah bertemu langsung dengan warga negara Iran yang asli.
Saya sendiri pernah bertemu langsung dengan salah satu jurnalis televisi asal Iran dalam Konferensi Jurnalis Dunia di Seoul, Korea Selatan tahun 2016 lalu. Gaya berpakaiannya yang modis dan trendi membuat saya langsung bertanya kepada wanita separuh baya tersebut.
“Seperti apakah Iran yang sekarang? Aku terkejut mendapati jurnalis yang berpakaian seperti orang Eropa tanpa jilbab. Anda sangat membuat saya terkesan,” kataku padanya setelah memperkenalkan bahwa aku dari Indonesia.
Jawabannya yang singkat dan padat serta hangat membuatku sangat terkejut. Katanya begini, “Iran sangat terbuka pada dunia. Ada banyak pantai yang indah di Iran, khususnya Teheran karena saya tinggal di Teheran. Dan, kami diizinkan memakai pakaian bebas, bahkan bikini,” katanya sembari menunjukkan fotonya yang tengah berada di pantai.
“Bisa berbikini? Anda tidak ditangkap oleh pasukan Islam yang menguasai negara anda?” tanyaku.
“Tidak. Mereka orang terbelakang,” katanya sembari tertawa.
Aku dulu berpikir bahwa perbincangan secara langsung ini hanya kebetulan karena dia adalah seorang jurnalis yang pemberani. Nyatanya, Iran memang sedang mengalami perubahan.
Pada Minggu (1/3/2026) seorang aktivis, mantan politisi dan pegiat hak asasi manusia asal Iran bernama Golden Ghamari melalui akun Instagramnya di @gghamari secara terbuka mengatakan bila Ia sangat senang dan mengucapkan terima kasih karena Israel masih mengingat hubungan baik yang telah terjalin antara Israel dan Iran selama ribuan tahun.
Ghamari mengucapkan terima kasih kepada pasukan Israel karena telah membebaskan Bangsa Iran dari perbudakan yang dilakukan oleh Ayatullah Ruhollah Khomeini.
“Terima kasih karena mau mengorbankan diri anda untuk keamanan kami (Iran),” katanya sembari menahan air mata.
“Bersama, kita akan berdansa di jalanan kota Teheran. Terima kasih banyak. Selamat hari Minggu dan Umat Israel tetap hidup,” katanya sembari menggunakan dua bahasa Ibrani modern dalam kalimat terakhirnya.
Tak hanya Instagram, media sosial X juga dihebohkan dengan cuitan yang dilancarkan oleh @Begaei beberapa waktu lalu yang langsung menagih janji Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu melalui akun X di @netanyahu.
Akun @Begaei bertanya mengapa warga Iran di Teheran tidak melihat dukungan Israel sebagaimana yang telah dijanjikan. Akibatnya, banyak sekali anak muda yang terbunuh di jalanan karena yakin akan ditolong oleh pasukan Israel.
“Apakah anda (Benyamin Netanyahu) telah lupa pada kami (Iran)? Kami menanti pertolongan dari anda,” tulis akun tersebut.
Tak hanya itu, jurnalis berdarah Iran, Rita Panahi yang melarikan diri bersama orang tuanya saat anak-anak ke Australia dalam acara editorial yang disiarkan oleh televisi Sky News Australia dengan berani menyebut bila Ayatullah Ruhollah Khomeini adalah seorang diktator.
“Aku tak menyangka akan mengumumkan momen seperti ini dalam hidupku. Dan, saya ingin menyampaikan pesan kepada mendiang Mantan Pimpinan Tertinggi Iran, ‘terbakarlah di neraka’,” ucapnya. Sebagian kata-kata Rita harus disensor oleh redaksi The Editor. Namun, sindiran terakhir tersebut disampaikan oleh Rita Panahi dalam bahasa Persia yang Ia terjemahkan langsung di akun media sosial Instagramnya.
Peta wilayah Iran (kanan) dan Israel (kiri) yang dikeluarkan oleh American Enterprise Institute (FOTO: Reuters).
THE EDITOR – Media sosial dipenuhi oleh suara-suara dari seluruh dunia yang mengakui dirinya adalah seorang warga negara Iran yang bahagia dengan kedatangan Israel dan Amerika Serikat ke negara mereka sebab momen tersebut dinilai sebagai bentuk perjuangan baru bagi penduduk asli Iran yang menolak berada di bawah kekuasaan Bangsa Arab di yang saat ini dipegang oleh Ayatullah Ruhollah Khomeini.
Suara-suara yang kuat ini cukup menarik untuk diketahui karena ternyata selama ini tidak ada yang tahu tentang situasi yang terjadi di Iran kecuali oleh mereka-mereka yang pernah bertemu langsung dengan warga negara Iran yang asli.
Saya sendiri pernah bertemu langsung dengan salah satu jurnalis televisi asal Iran dalam Konferensi Jurnalis Dunia di Seoul, Korea Selatan tahun 2016 lalu. Gaya berpakaiannya yang modis dan trendi membuat saya langsung bertanya kepada wanita separuh baya tersebut.
“Seperti apakah Iran yang sekarang? Aku terkejut mendapati jurnalis yang berpakaian seperti orang Eropa tanpa jilbab. Anda sangat membuat saya terkesan,” kataku padanya setelah memperkenalkan bahwa aku dari Indonesia.
Jawabannya yang singkat dan padat serta hangat membuatku sangat terkejut. Katanya begini, “Iran sangat terbuka pada dunia. Ada banyak pantai yang indah di Iran, khususnya Teheran karena saya tinggal di Teheran. Dan, kami diizinkan memakai pakaian bebas, bahkan bikini,” katanya sembari menunjukkan fotonya yang tengah berada di pantai.
“Bisa berbikini? Anda tidak ditangkap oleh pasukan Islam yang menguasai negara anda?” tanyaku.
“Tidak. Mereka orang terbelakang,” katanya sembari tertawa.
Aku dulu berpikir bahwa perbincangan secara langsung ini hanya kebetulan karena dia adalah seorang jurnalis yang pemberani. Nyatanya, Iran memang sedang mengalami perubahan.
PENDUDUK ASLI IRAN MENANGIS KEPADA DUNIA
Pada Minggu (1/3/2026) seorang aktivis, mantan politisi dan pegiat hak asasi manusia asal Iran bernama Golden Ghamari melalui akun Instagramnya di @gghamari secara terbuka mengatakan bila Ia sangat senang dan mengucapkan terima kasih karena Israel masih mengingat hubungan baik yang telah terjalin antara Israel dan Iran selama ribuan tahun.
Ghamari mengucapkan terima kasih kepada pasukan Israel karena telah membebaskan Bangsa Iran dari perbudakan yang dilakukan oleh Ayatullah Ruhollah Khomeini.
“Terima kasih karena mau mengorbankan diri anda untuk keamanan kami (Iran),” katanya sembari menahan air mata.
“Bersama, kita akan berdansa di jalanan kota Teheran. Terima kasih banyak. Selamat hari Minggu dan Umat Israel tetap hidup,” katanya sembari menggunakan dua bahasa Ibrani modern dalam kalimat terakhirnya.
Tak hanya Instagram, media sosial X juga dihebohkan dengan cuitan yang dilancarkan oleh @Begaei beberapa waktu lalu yang langsung menagih janji Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu melalui akun X di @netanyahu.
Akun @Begaei bertanya mengapa warga Iran di Teheran tidak melihat dukungan Israel sebagaimana yang telah dijanjikan. Akibatnya, banyak sekali anak muda yang terbunuh di jalanan karena yakin akan ditolong oleh pasukan Israel.
“Apakah anda (Benyamin Netanyahu) telah lupa pada kami (Iran)? Kami menanti pertolongan dari anda,” tulis akun tersebut.
Tak hanya itu, jurnalis berdarah Iran, Rita Panahi yang melarikan diri bersama orang tuanya saat anak-anak ke Australia dalam acara editorial yang disiarkan oleh televisi Sky News Australia dengan berani menyebut bila Ayatullah Ruhollah Khomeini adalah seorang diktator.
“Aku tak menyangka akan mengumumkan momen seperti ini dalam hidupku. Dan, saya ingin menyampaikan pesan kepada mendiang Mantan Pimpinan Tertinggi Iran, ‘terbakarlah di neraka’,” ucapnya. Sebagian kata-kata Rita harus disensor oleh redaksi The Editor. Namun, sindiran terakhir tersebut disampaikan oleh Rita Panahi dalam bahasa Persia yang Ia terjemahkan langsung di akun media sosial Instagramnya. (Silahkan klik disini untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh Rita saat siaran langsung di televisi. Instagram @ritapanahi).
SEPERTI APA SEJARAH YANG TERJALIN SELAMA 2.500 TAHUN ANTARA ISRAEL DAN IRAN
Hubungan antara Israel dan Iran dimulai dengan cara yang sangat istimewa di masa pemerintahan raja-raja Persia.
Pemerintahan ini membuat Israel berhutang budi besar sekali kepada Persia atau Iran di masa sekarang ini.
Apa yang terjadi di masa itu? Mengapa Israel berhutang budi kepada Iran?
Simak ulasan The Editor di bawah ini.
1. RAJA KORESH YANG AGUNG (Cyrus the Great).
Raja Koresh dalam lukisan yang dimiliki oleh Museum Britannica (FOTO: Aspect of History)
Raja Koresh adalah pendiri Kekaisaran Persia dan memerintah selama tahun 559 – 530 Sebelum Masehi atau sekitar 2.500 tahun yang lalu.
Ia adalah raja pertama yang membebaskan Bangsa Yahudi dari perbudakan Raja Nebukadnezar II yang menguasai Babilonia. Pembebasan ini dilakukan tepatnya pada tahun 539-538 SM.
Kekaisaran Babilonia berakhir dengan ditaklukkannya Nebukadnezar II. Dengan demikian, luas wilayah Raja Koresh di masa itu adalah wilayah Persia (Iran modern), Media, Mesopotamia (termasuk Babilonia), Asia Kecil (Turki), dan sebagian Asia Tengah.
Secara tidak langsung, Raja Koresh juga menguasai peradaban di Timur Tengah, termasuk yang sebelumnya yang dikuasai oleh kekaisaran Media, Lydia dan Babilonia.
Banyak yang mencatat bila Raja Koresh adalah seorang Zoroaster yang tidak memaksakan kepercayaannya kepada rakyat yang ditaklukkannya. Sebaliknya, Ia menghormati dewa-dewa lokal, seperti di Babilonia, tempat Ia menyembah Marduk. Termasuk ke Babilonia sendiri yang disebut sebagai pusat pertumbuhan berhala dalam sejarah-sejarah hingga Alkitab.
NAMA RAJA KORESH DISEBUT DALAM ALKITAB ORANG KRISTEN DAN TANAKH KITAB SUCI ORANG YAHUDI
Untuk mengetahui kaitan Israel dan Iran, The Editor akan membawa anda kepada dua buku sejarah yang sangat penting di dunia ini. Buku ini menjadi panduan bagi banyak suku bangsa dan mencatat kehadiran raja-raja yang akan berkuasa di bumi.
Tanakh dan Alkitab memiliki kesamaan tapi juga berbeda. Namun, keduanya memiliki akar yang sama tentang Tuhan yang bernama Yehuda atau Yahwe serta nabi-nabinya.
Dua buku ini disampaikan dengan cara yang hampir mirip yaitu lewat nubuat atau ramalan yang hanya bisa diketahui oleh nabi pilihan Tuhan. Nabi-nabi tersebut mendapat ilham dan pengetahuan dari Tuhan yang membebaskan Bangsa Israel dari Mesir dengan membelah Laut Merah.
Catatan sejarah ini membuat Raja Koresh tidak bisa mengabaikan pengetahuan tentang namanya yang disebut-sebut dalam buku tersebut.
Alkitab dan Tanakh menuliskan tentang kedatangan Koresh Yang Agung dengan sangat detail dan terperinci.
The Editor pun melakukan riset melalui buku Alkitab langsung serta situs google untuk mencari tahu isi buku Tanakh.
Pertama, Raja Koresh diramalkan akan datang sebagai seorang ‘gembala’ yang diurapi oleh ‘Tuhan’ yang disembah oleh Orang Israel melalui Nabi Yesaya sekitar 150 tahun sebelum kelahiran Raja Koresh, tepatnya sekitar tahun 700-an SM.
Koresh menjadi satu-satunya raja non-Yahudi yang disebut memiliki derajat kehormatan yang tinggi karena Ia dikatakan adalah ‘orang yang diurapi’.
Raja Koresh sendiri tahu tentang namanya yang tertulis dalam Alkitab sekitar tahun 539-538 SM.
Berikut isi perkataan Nabi Yesaya tentang Raja Koresh berdasarkan terjemahan Alkitab Edisi Pelajaran yang dikeluarkan oleh Saksi Yehuwa.
Akulah yang berkata tentang Kores. Dialah gembala yang Kuangkat, Dan dia akan melaksanakan semua kehendak-Ku. Akulah yang berkata tentang Yerusalem, ’Dia akan dibangun kembali. Dan tentang bait, ’Fondasimu akan dibangun,”
Inilah yang Yehuwa katakan kepada orang yang Dia lantik, kepada Kores, yang tangan kanannya Dia pegang. Untuk menaklukkan bangsa-bangsa di hadapannya, untuk mengambil senjata raja-raja, Untuk membuka pintu-pintu di depannya, Supaya gerbang-gerbang tidak akan tertutup:
Ramalan yang muncul 150 tahun sebelum kelahiran Raja Koresh ini memang cukup mengejutkan karena Nabi Yesaya sudah menyebutkan siapa nama penyelamat Israel itu secara gamblang melalui Nabi Yesaya.
Memang sangat mengejutkan sebab Tanakh dan Alkitab sama-sama mencatatkannya. Bahkan, Alkitab sendiri juga mencatat tentang cara Raja Koresh menaklukkan Babilonia dengan cara mengeringkan sungai-sungai di sekitar istana dan melakukan serangan dadakan sehingga membuat Babilonia jatuh dalam 1 malam saja.
APA KATA RAJA KORESH TENTANG NUBUATAN AJAIB INI DI SAAT ITU?
Raja Koresh menyerahkan harta karun yang dirampas dari Bait Suci Yerusalem dari karya Ferdinand Bol tahun 1655 – 1669 yang saat ini disimpan di Museum Rijksmuseum di Belanda (FOTO: TheTorah.Com)
Di tahun sekitar 539-538 SM, Raja Koresh ternyata sudah mengetahui bila namanya tercatat dalam Alkitab sebagai raja yang akan membangun bait Allah yang hancur di Yerusalem akibat serangan Bangsa Babilonia pada tahun 586 SM.
Bayangkan, kehancuran Yerusalem ini juga sudah dicatat oleh Alkitab dan menyertakan nama Babilonia yang akan menghancurkannya. Kehancuran Yerusalem terjadi karena Bangsa Israel banyak berbuat dosa dan menyembah berhala. Semua tulisan ini dicatat juga secara detail.
Raja Koresh adalah seorang Zoroaster yang tidak memaksakan kepercayaannya kepada rakyat yang ditaklukkannya. Sehingga, berbagai macam pengetahuan tentang dirinya juga akan Ia hargai dan pelajari, termasuk tentang namanya yang sudah tercatat dalam Alkitabsebagai pembangun Yerusalem beserta Bait Allah yang hancur.
Catatan tersebut tampaknya membuat hati Koresh senang.
Karena pada akhirnya, tahun 539 SM menjadi masa yang istimewa bagi Orang Yahudi sebab di tahun ketiga pemerintahan Koresh sebagai raja di Babilonia, sebuah dekrit baru dikeluarkan yang isinya tentang izin pemulangan Orang Yahudi ke Yerusalem dan rekonstruksi pembangunan kembali Bait Suci.
Isi dekrit tersebut dicatat oleh Ezra, seorang nabi yang sangat penting dari Bangsa Israel.
”Kores raja Persia berkata, ’Yehuwa, Allah yang berkuasa atas surga, telah memberi saya semua kerajaan di bumi, dan Dia menugasi saya untuk membangun rumah bagi-Nya di Yerusalem, di Yehuda. Siapa pun di antara kalian yang adalah umat-Nya, semoga Yehuwa Allahnya menyertai dia. Biarlah dia pergi ke sana,” tulis Ezra dalam bukunya.
Koresh juga memerintahkan agar ribuan perkakas – perkakas emas dan perak yang pernah dijarah oleh Babilonia dari Bait Suci dikembalikan.
Diantaranya yang dikembalikan oleh Koresh:
1. 30 keranjang dari emas
2. 1.000 keranjang dari perak
3. 29 wadah lainnya.
4. 30 mangkuk emas kecil
5. 410 mangkuk perak kecil
6. 1.000 perlengkapan lainnya.
7. Jumlah seluruh perlengkapan yang terbuat dari perak dan emas adalah 5.400.
Koresh juga menggunakan dana dari kerajaannya untuk membangun Bait Suci tersebut. Tak lupa Ia mengimbau seluruh rakyat di wilayah jajahannya untuk menyumbangkan emas da perak kepada Orang Yahudi yang kembali ke Yerusalem untuk melakukan tugas pembangunan tersebut.
Perlu diketahui, jarak dari Babilonia ke Yerusalem adalah 1.448 km dan rombongan Orang Yahudi yang kembali dari tanah perbudakan membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk bisa tiba di Yerusalem mengingat mereka harus membawa anak-anak dan orang tua di masa itu.
2. DARIUS YANG AGUNG (DARIUS I ATAU DIKENAL JUGA SEBAGAI DARIUS HISTASPIS)
Catatan Alkitab menyebutkan bila Darius I melanjutkan pembangunan Bait Suci yang sempat terhenti di masa pemerintahan raja sebelumnya. Penghentian pembangunan Bait ini terjadi setelah Raja Koresh meninggal dan digantikan oleh Raja Artahsasta I sekitar tahun 520 SM. Di masa itu Raja Artahsasta sempat tidak melanjutkan dekrit Koresh selama 15 tahun.
Darius I melanjutkan pembangunan Bait Suci setelah mengkonfirmasi dekrit yang dikeluarkan oleh Raja Koresh, leluhurnya meski dari cabang keturunan yang berbeda.
Konfirmasi ini berhasil setelah nabi-nabi dari Bangsa Israel mendorong segala macam nubuat dan ramalan yang pernah muncul di dunia ini yang berkaitan dengan Raja Koresh.
Dan, pembangunan pun berlanjut dan selesai di tahun 515 SM.
3. RAJA AHASYWEROS ATAU XERXES I
Ahasyweros atau dikenal dengan nama Xerxes I menyelamatkan orang Yahudi sekitar tahun 474-473 SM (tahun ke-12 pemerintahannya) dengan mengeluarkan dekret baru yang mengizinkan orang Yahudi membela diri dan melawan penyerang mereka.
Keputusan ini dilakukan setelah Ratu Ester, istri Xerxes I mengungkap rencana jahat Haman, perdana menteri licik di bawah Raja Ahasyweros.
Ester memperjuangkan bangsanya dan membalikkan genosida yang direncanakan sebelumnya dimana Haman merencanakan pemusnahan massal bangsa Yahudi di seluruh kerajaan Persia,
Haman murka karena Mordekhai, seorang Yahudi, yang merupakan paman Ratu Ester menolak untuk sujud menyembah kepadanya.
Haman belakangan diketahui berasal dari orang “Agag”, yang menandakan ia keturunan Amalek, musuh turun-temurun bangsa Israel.
Akibat intervensi Ratu Ester, rencana Haman terbongkar. Haman digantung pada tiang setinggi 50 hasta yang awalnya disiapkan untuk Mordekhai.
Momen kemenangan ini dikenal dengan Perayaan Purim karena Xerxes I mengizinkan Orang Yahudi yang tersebar di 127 provinsi Persia membela diri mereka untuk melawan Haman.
4. RAJA ARTAHSASTA I
Berdasarkan catatan Alkitab, khususnya di kitab Ezra, Raja Artahsasta dari Persia mendukung pembangunan kembali bait suci di Yerusalem dengan memberikan surat izin resmi, membebaskan pajak bagi para pelayan bait, dan membiayai kebutuhan hewan kurban serta material bangunan dari perbendaharaan kerajaan.
Ia juga diketahui memberikan sumbanganbesar untuk menunjang pembangunan Bait di Yerusalem.
Hal ini terjadi pada tahun ketujuh pemerintahan Artahsasta (468 SM).
Bagaimana menurut pandangan anda? Beri komentar ya.
Aksi heroik salah satu peserta Planet Sports Run 2026 yang hadir sembari mendorong kursi roda mencuri perhatian publik pada ajang yang berlangsung di Tangerang pada 16 Februari 2026 kemarin (FOTO: Istimewa)
THE EDITOR – Wartawan dan olahraga sepertinya dua tema yang cukup sulit untuk disatukan namun bisa akur saat dunia kompak mendukung gaya hidup sehat jadi topik utama di seluruh media massa.
Nama saya Elitha Evinora br Tarigan, Pemimpin Redaksi The Editor. 15 tahun menjadi wartawan khusus di bidang politik dan investigasi membuat saya sangat kesulitan mencari waktu yang tepat untuk berolahraga. Alasannya sering kali karena malas sebab tuntutan deadline membuat tubuh saya kehabisan tenaga setelah berjibaku dengan berbagai macam kisruh pejabat-pejabat di Tanah Air.
Tapi, kehadiran Planet Sports Run kali ini sepertinya sangat berbeda karena dengan temanya yang istimewa #UnlockYourBestTogethermembuat saya teringat tentang semangat para jurnalis untuk tetap sehat dan aktif meski kesibukan selalu mendera kehidupan mereka sehari-hari.
Tapi, apa yang membuat saya dan wartawan lainnya mau berolahraga meski sibuk?
VALUE FOR MONEY, BIKIN AJANG LOMBA LARI 5K JADI MUDAH
Tutut (47) wartawan dari Sinar Harapan dalam beberapa tahun belakangan ini sangat senang menerapkan gaya hidup sehat setelah kesehatannya memburuk.
Tetapi, tidak sekedar itu, ternyata konsistensinya untuk tetap sehat didukung besar oleh diskon-diskon menarik dari berbagai macam toko penjual baju dan sepatu olahraga di Jakarta. Planet Sports Djakarta Theater di Sarinah, Jakarta Pusat dan Sport Station di FX Sudirman adalah sebagian dari pusat perbelanjaan alat olahraga favoritnya.
Ia bahkan tak ragu untuk menembus macetnya jalanan kota Jakarta untuk tiba di Planet Sports Djakarta Theater karena pilihannya yang beragam dan menarik.
Tutut pun makin trendi dengan tubuh yang perlahan terlihat makin atletis sebab Ia makin rajin berolahraga lari dan angkat beban di sela waktu Ia bekerja.
Tinggal menanti kapan diabetesnya akan hilang. Hanya soal waktu saja.
Beda lagi dengan cerita Duwi Setiya, mantan jurnalis Bisnis Indonesia yang kini sedang menyibukkan diri ikut training asuransi mengatakan bila PUMA edisi Softride yang Ia beli di tahun 2023 lalu cukup kuat dipakai hingga kini meski telah melalui ajang lomba lari 5K Jakarta Running Festival dan kegiatan sehari-hari sebagai wartawan yang mobilitasnya tinggi.
Baginya yang tidak membutuhkan sepatu lari yang canggih, keberadaan PUMA dengan harga terjangkau tapi berkualitas tinggi sangat penting.
“Ringan, empuk dan harganya sesuai bujet. Kak. Aku enggak ada kebutuhan untuk pakai sepatu lari yg canggih dan menurutku, ini udah oke,” kata Duwi kepada The Editor pada Kamis (26/2/2026).
“Aku beli 600K tahun 2023. Nyaman sih so far. Untuk harga segini, value for money,” tambahnya lagi.
WARNA WARNI SEPATU PUMA SULIT BIKIN MOVE ON
Kalimat di atas rasanya agak sedikit berlebihan tapi nyatanya benar sebab pilihan warna yang semarak dari sepatu dan baju olahraga membuat siapapun yang memakainya jadi bersemangat untuk mengolah tubuh.
Bagi saya, olahraga tak sekedar lari atau pergi ke tempat nge-gym, tapi juga gaya hidup sehari-hari.
Puma adalah salah satu favorit saya yang saya beli di tahun 2021 lalu namun masih terjaga kualitasnya hingga sekarang.
Warnanya yang cantik dan elegan membuat saya kala itu langsung mengambil 2 warna varian yang tersedia di gerai Atmos. Saya bahagia sekali karena mendapat kesempatan untuk mengoleksi 2 warna dari Puma Cell Dome King Dua Lipa Silver, PUMA Cruise Rider Flair “White Eggshell Blue” dan PUMA Wmns Cruise Rider Pink
PLANET SPORTS RUN RESMI BUKA TAHUN 2026 DENGAN SEMANGAT BERSAMA 8.000 PESERTA #UNLOCKYOURBESTTOGETHER
Planet Sports Run (PSR) kembali mencetak pencapaian baru pada penyelenggaraan ketiganya. Digelar untuk pertama kalinya di awal tahun dan didukung oleh PUMA sebagai Official Jersey, Planet Sports Run 2026 berhasil menarik lebih dari 8.000 peserta, meningkat dari 6.000 peserta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini semakin memperkuat posisi PSR sebagai salah satu ajang lari yang terus bertumbuh dan dinantikan di Indonesia.
Ribuan pelari dari kategori Half Marathon, 10K, 5K, hingga Kids Dash memulai tahun 2026 dengan langkah penuh semangat. Mengusung tema #UnlockYourBestTogether, PSR 2026 menegaskan bahwa pencapaian terbaik tidak hanya tentang waktu tercepat, tetapi tentang proses dan kebersamaan yang dibangun sepanjang perjalanan.
“Kami sangat bangga melihat pertumbuhan yang konsisten dari Planet Sports Run setiap tahunnya. Peningkatan jumlah peserta menjadi 8.000 orang di tahun ketiga ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap gaya hidup aktif yang semakin kuat,” ujar Panji Cakrasantana, General Manager Marketing MAP Active.
“Digelar di awal tahun dengan semangat #UnlockYourBestTogether, kami ingin menjadikan Planet Sports Run sebagai momentum positif untuk memulai 2026 dengan energi baru, kebiasaan baru, dan semangat kebersamaan.”
Sebagai ajang pembuka kalender olahraga, Planet Sports Run 2026 menjadi momentum awal bagi masyarakat untuk memulai tahun dengan semangat baru melalui aktivitas yang positif dan sehat. Atmosfer kebersamaan terasa sejak garis start hingga finish, mencerminkan komitmen PSR untuk terus menjadi ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan komunitas lari.
DERETAN INOVASI TERBARU DI PLANET SPORTS RUN 2026 MENAWARKAN PENGALAMAN LARI YANG BERBEDA
Planet Sports Run 2026 menginspirasi anak-anak untuk aktif di luar ruangan (FOTO: Istimewa)
Planet Sports Run tetap menjadi satu-satunya ajang lari di Indonesia yang mengusung Point Based Reward System, di mana peserta dapat mengumpulkan Planet Sports Run Points yang terintegrasi dengan MAPCLUB Points.
Sistem ini memberikan nilai tambah karena peserta dapat mengumpulkan poin dengan menyelesaikan berbagai aktivitas, mulai dari sesi pelatihan hingga race day di Planet Sports Run. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan voucher belanja untuk pembelian perlengkapan lari dari berbagai brand global di Planet Sports Asia.
Acara ini juga turut mencatat hasil lomba yang menginspirasi. Di kategori Half Marathon, Nofeldi Petingko berhasil finish pertama dengan waktu 1 jam 14 menit 52 detik untuk kategori pria, sementara Irma Handayani mencatatkan waktu 1 jam 26 menit 02 detik sebagai pemenang kategori wanita.
Pada kategori 10K, Iqbal Saputra mencatatkan waktu tercepat selama 31 menit 37 detik untuk kategori pria, sedangkan Novia Nirwani memimpin di kategori wanita dengan waktu 37 menit 32 detik.
Untuk kategori 5K, Marselino Varelian Fallo dan Agustina Manik masing-masing tampil sebagai pemenang dengan waktu 16 menit 07 detik dan 17 menit 43 detik, menunjukkan performa kompetitif yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.