21.5 C
Indonesia
Tuesday, March 24, 2026

Iran Kedapatan Mengirimkan Uang Sogok 8 Miliar/ Bulan ke Ketua Parlemen Lebanon. Simak Liputannya!

Must read

THE EDITOR – Agar kepentingannya terus terjaga, Iran membayar Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri sebesar $500.000 atau setara dengan 8.4 miliar per bulan. Informasi ini dikeluarkan oleh media Iran Internasional pada tanggal 14 Maret 2026 lalu. 

Namun, yang menjadi pertanyaannya adalah apa yang diinginkan oleh Iran dari Lebanon yang letaknya berdekatan dengan Israel?

Media yang berseberangan pemerintah Iran tersebut menuliskan bahwa uang sebesar 8,4 miliar setiap bulan tersebut dipakai untuk mendukung kepentingan Iran dan sekutunya bernama Hizbullah di Lebanon.

Sampai saat ini, Nabih Berri tidak mau menanggapi isu tersebut terutama saat Iran Internasional mewawancarai Ia. Akan tetapi, salah satu penasehat Nabih Berri menginformasikan bila saat ini Nabih Berri tidak akan memberi komentar apapun tentang masalah tersebut.

Namun, panasnya isu tersebut membuat banyak pejabat di Teheran berbicara dengan mengatakan bila dana tersebut dipakai untuk membeli partai Syiah Lebanon dan memastikan mereka bertindak sesuai dengan kepentingan Iran, bukan Lebanon.

SEBESAR APA KEKUATAN NABIH BERRI?

Nabih Berri (88) adalah politikus senior Syiah Lebanon yang menjabat sebagai Ketua Parlemen terlama sejak 1992. 

Sebagai pemimpin Gerakan Syiah Amal (partai politik dan mantan milisi Syiah), ia adalah sekutu dekat Hizbullah dan tokoh kunci dalam negosiasi gencatan senjata dengan Israel. Ia lahir pada 1938 dan memimpin Gerakan Syiah Amal sejak tahun 1980.

Ia menjabat sebagai Ketua Parlemen sejak 1992 dan memimpin gerakan Syiah Amal. Kekuatannya terletak pada posisi konstitusional tertinggi bagi Muslim Syiah, aliansi strategis dengan Hizbullah, serta kendali atas basis pendukung di selatan Lebanon.

Sebagai pembicara parlemen, ia memegang peran kunci dalam legislasi dan mediasi politik, sering kali dipandang sebagai perantara penting dalam krisis Lebanon.

Pada pemilihan parlemen terakhir, Berri didukung oleh 65 dari 128 kursi, menunjukkan kekuatan pengaruh aliansinya.

Di Pemilu 2022 lalu, Parlemen Libanon yang menawarkan 128 kursi untuk pertama kalinya terpecah dengan partai pro-Hizbullah Amal kehilangan mayoritas kursinya.

DW.com mengatakan bila koalisi pemerintah seperti Sunni, Syiah, Druze, Alawi). yang mencakup Hizbullah hanya mendapat 62 kursi.

Sisanya, 64 kursi lain diduduki oleh Kristen seperti Maronit, Ortodoks Yunani, Katolik Yunani, Ortodoks Armenia, Katolik Armenia, Protestan, dan Minoritas Kristen.

Gerakan Syiah Amal, partai politik dan milisi Syiah terbesar di Lebanon, bersekutu dengan Hizbullah. Secara historis, lawan utama Amal di Lebanon adalah kelompok-kelompok yang menentang pengaruh Syiah atau berkonflik dalam perebutan kekuasaan, terutama selama Perang Saudara Lebanon, seperti faksi Palestina (PLO), kelompok kiri, dan milisi sayap kanan Kriste

MENGAPA IRAN MENDANAI HIZBULLAH? 

Iran mendanai Hizbullah diketahui untuk memperluas pengaruh geopolitiknya di Timur Tengah, serta menciptakan proksi militer terkuat untuk melawan Israel dan Amerika Serikat, dan terakhir menyebarkan ideologi Syiah. 

Hizbullah bertindak sebagai garda depan pertahanan Iran di kawasan, mengamankan kepentingan Teheran dan jalur logistik ke wilayah Mediterania.

Iran menggunakan Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon dan pemimpin Amal Movement, sebagai perantara strategis untuk menjembatani Hizbullah dengan faksi politik Lebanon lainnya serta dunia internasional. Berri, yang merupakan figur Syiah moderat, dipandang sebagai mediator efektif yang mampu mengakomodasi kepentingan Iran dan Hizbullah sambil tetap menjaga stabilitas politik Lebanon dalam perundingan gencatan senjata.

NABIH BERRI DIKABARKAN ENGGAN MENDUKUNG KEPENTINGAN LEBANON DEMI IRAN

Masih dari Iran Internasional, dikabarkan bila selama ini Nabih Berri selalu enggan mendukung upaya pemerintahnya sendiri, Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah. Keengganan ini muncul karena imbalan uang yang besar dari Teheran yang masuk ke rekeningnya setiap bulan.

Nabih dianggap bertugas untuk mendorong langkah-langkah politik parlemen Lebanon agar selalu selaras dengan kepentingan Iran.

Sebagai contoh, dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam telah mencoba menekan Hizbullah untuk melucuti senjata guna mengurangi ketegangan dengan Israel dan komunitas internasional.

Pasukan militer Lebanon menyita senjata Hizbullah yang ditangkap di Lebanon selatan, tetapi pejabat senior Lebanon mengatakan bahwa implementasi penuh rencana tersebut dapat memicu ketegangan internal, karena Hizbullah menolak untuk menyerahkan seluruh persenjataannya.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem dan pejabat Republik Islam telah berulang kali menentang pelucutan senjata kelompok tersebut.

Setelah serangan Hizbullah terhadap Israel, pemerintah Lebanon mengumumkan bahwa aktivitas militer kelompok tersebut akan dilarang.

Pada 6 Maret, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan pemerintah Lebanon bahwa jika mereka tetap tidak dapat memenuhi komitmennya terkait pelucutan senjata Hizbullah, Lebanon akan “membayar harga yang sangat mahal.”

Iran sendiri menganggap Hizbullah sebagai salah satu pilar utama Poros Perlawan anti Israel dan Amerika Serikat. Iran diketahui memang dekat dengan kelompok-kelompok bersenjata Islam seperti Hamas, Jihad Islam, Hizbullah, Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak, dan Houthi di Yaman.

Semua kelompok tersebut selalu berkaitan dengan aksi terorisme dan pelarangan terhadap aktivitas perempuan di negara-negara mereka dibesarkan.

Wall Street Journal melaporkan pada November 2025 bahwa Iran mengirim uang ratusan juta dolar pendapatan minyak mereka ke Hizbullah pada tahun 2024 melalui kantor pertukaran, perusahaan swasta, dan jaringan pembiayaan di Dubai.

Jaringan Kan Israel melaporkan pada Desember 2025 bahwa Iran telah setuju untuk membayar $1 miliar kepada Hizbullah atau setara dengan 16,8 Triliun.

Iran International tidak dapat memverifikasi kedua laporan tersebut secara independen. Namun, Kantor Ketua Parlemen Lebanon, dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah artikel tersebut diterbitkan, menyebut klaim tersebut “palsu dan tidak berdasar.”

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Baru