“Tapi, jangan kita terlalu berharap ya semua bisa sekejap ya. Saya katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi, semua bekerja keras,” demikian dikatakan oleh Presiden Prabowo Subianto usai meninjau posko pengungsian di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025).
Jawaban di atas diberikan oleh Presiden Prabowo terkait penanganan banjir bandang yang menelan korban lebih dari 1.130 jiwa di Sumatera. Secara langsung, Presiden Prabowo mengatakan bila banjir tersebut tidak dapat ditangani dengan cepat.
Tapi, mengapa pada akhirnya dikaitkan dengan ‘Tongkat Nabi Musa?’.
Redaksi The Editor akan membahas sedikit tentang sejarah tongkat Nabi Musa dan siapa yang memberikan tongkat tersebut hingga dapat menjadi legenda di bumi ini.
Dalam Alkitab, tongkat memiliki arti yang sangat penting, yaitu sebuah wewenang ilahi yang diberikan oleh Allah Yang Maha Kuasa kepada seorang pemimpin untuk melakukan berbagai macam tugas-tugas yang luar biasa atau mukjizat.
Dengan kata lain, setiap pemimpin yang terpilih oleh Allah sudah pasti memiliki tongkat ini. Bahkan, karena hebatnya, cerita tentang Musa jadi inspirasi banyak film-film di dunia, termasuk Hollywood dengan versinya masing-masing. Mengagumkan!
APA HUBUNGAN TONGKAT DENGAN WEWENANG ILAHI?
Di akhir usainya yang ke-40, Musa yang sedang berada menggembalakan ternak milik bapak mertuanya di padang belantara kota Midian, tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah nyala api yang membakar semak-semak berduri di kaki Gunung Horeb. Gunung ini juga kerap disebut Sinai dan letaknya di Semenanjung Sinai, Mesir.
Sembari memperhatikan domba dengan tongkat kayu agar kawanan tidak terpisah, tiba-tiba Musa melihat ada cahaya seperti api dari semak-semak.
Musa heran.
Siapa yang tidak heran melihat semak yang terbakar namun tidak kunjung hangus?
Musa pun mulai mendekat ke arah api tersebut, matanya memperhatikan semak-semak yang tetap saja berdiri segar tanpa berubah warna sedikitpun.
Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil namanya sembari berkata, “Musa! Jangan mendekat lagi. Lepaskan sandalmu karena kami berdiri di tanah yang suci,”.
Musa ketakutan dan menutup mukanya sebab yang berbicara adalah Allah yang datang melalui malaikat.
Musa menutup mukanya karena tidak berani melihat Allah sebab dalam Alkitab dikatakan bila manusia fana tidak sanggup melihat kemuliaan Allah. Bila melihat Allah maka akan langsung mati. Musa takut.
Tapi, suara tersebut menenangkan Musa dan memintanya untuk menolong Orang Israel yang sudah begitu lama diperbudak oleh Mesir.
Alkitab menuliskan bila Musa sempat ragu dan tidak percaya diri dengan tugas besar tersebut. Rasa tidak percaya diri Musa tertuang jelas dalam bait-bait pertanyaan kepada Allah secara langsung. Salah satunya berbunyi seperti ini, “Aku bukan siapa-siapa. Mana bisa aku menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir,”.
Pertanyaan di atas kepada Tuhan menjadi sebuah bentuk pengakuan ketidakberdayaan Musa dalam menghadapi kepemimpinan Firaun.
Singkat cerita, dari semak yang terbakar tersebut, Tuhan berkata agar musa melemparkan tongkatnya ke tanah, dan tiba-tiba tongkat itu berubah jadi ular.
“Tangkap ular itu dan pegang ekornya,” perintah Tuhan lagi kepada Musa.
Maka, Musa menangkapnya, dan ular tersebut berubah menjadi sebuah tongkat di tangannya.
Tuhan ingin agar Musa menunjukkan keajaiban tersebut di depan Firaun sehingga setiap orang yang melihat per caya bahwa Allah dari leluhur mereka seperti Abraham, Ishak dan Yakub telah memilih Musa.
“Bawa tongkat itu dan pakailah untuk membuat mukjizat,” kata Tuhan kepada Musa.
TONGKAT MUSA ADALAH TONGKAT BIASA YANG DIBERKATI
Dari fakta sejarah di atas diketahui bila tongkat yang dipegang oleh Musa adalah kayu biasa yang Ia pakai untuk menggembalakan domba-domba milik mertuanya.
Kayu tersebut juga dipakai oleh para pejalan kaki untuk tetap kuat saat menempuh jarak jauh di masanya. Tongkat tersebut adalah kayu biasa yang tidak terbuat dari kayu super mahal dan tidak diukir sama sekali.
APA YANG MEMBUATNYA JADI ISTIMEWA?
Tongkat Musa menjadi istimewa karena ada berkat yang datang dari Sang Maha Pencipta. Tongkat tersebut sekaligus juga menjadi simbol bahwa Tuhan menyertai Musa dan memberi kuasa kepadanya.
Dengan kata lain, Tuhan memilih Musa untuk menjadi pemimpin bagi umat-nya.
Tuhan juga yang menjadikan tongkat kayu yang biasa tersebut menjadi istimewa.
Jadi, Tuhan dapat memakai orang yang merasa tidak mampu untuk melaksanakan tugas besar, dengan membuktikan bahwa iman dan kesediaan untuk dipimpin lebih penting daripada talenta alami.
PEMIMPIN JUGA BISA MEMINTA TONGKAT DAN KEMAMPUAN APAPUN SEPERTI MUSA
Sejak awal, Musa mengaku ketidakmampuannya untuk jadi seorang pemimpin bagi Bangsa Israel karena Ia masih muda. Namun dituliskan bila Allah menguatkan hatinya dengan memberikan dia bekal yang banyak untuk jadi seorang legenda di bumi ini.
Bekal itu berupa kemampuan istimewa dalam berbicara sebab Musa mengakui sejak lahir Ia tidak ahli dalam berbicara. Jadi, untuk menemaninya, ditunjuklah seorang juru bicara bernama Harun untuk menemani langkahnya kemanapun Ia pergi.
Dengan kata lain, untuk jadi seorang pemimpin, Musa memang mendapat kuasa untuk melakukan keajaiban melalui tongkat kayunya. Akan tetapi, sebagai pemimpin yang terpilih, Musa juga diberi kebebasan untuk meminta kemampuan apapun yang Ia perlukan.
Jadi, seorang pemimpin yang terpilih tentu harus sadar akan kekurangannya agar Ia dapat dipercaya dan didengarkan oleh rakyatnya.
Dari sejarah Alkitab tersebut diketahui bila seorang pemimpin juga bisa mendapatkan tongkat ilahi seperti Musa bila Ia memintanya.
Pertanyannya adalah apakah anda seorang pemimpin yang meminta tongkat ilahi seperti milik Musa?
Catatan Redaksi The Editor Kamis, 1 January 2026.
