20.7 C
Indonesia
Saturday, February 21, 2026

Kongkalikong Nadiem Makarim Rusak Dunia Pendidikan Yang Sudah Runyam

Must read

THE EDITOR – Dari sekian banyak narasi yang mendukung kebijakan Nadiem Makarim, ada satu pengamat senior yang berbicara tentang luka besar yang muncul akibat dipilihnya lulusan Universitas Harvard tersebut sebagai Menteri pendidikan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. 

Nadiem diketahui menjabat sebagai Menteri Pendidikan sejak tanggal 28 April 2021 – 20 Oktober 2024. Kepribadiannya yang luwes membuat  Nadiem banyak disukai, termasuk embel-embel nama Universitas Harvard yang berhasil Ia raih.

Baca Juga: Hukuman Mati Untuk Perusak Hutan Sumatera!

Tapi, tidak bagi Professor Anhar Gonggong, sebab, sejarawan ini berhasil melihat keputusan salah akibat kebijakan yang dibuat oleh Nadiem sehingga membuat dunia pendidikan Indonesia mengalami ‘Krisis Moralitas’.

“Korupsinya sebenarnya Ia menghina dirinya sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan. Lembaga pendidikan seharusnya berkaitan dengan moralitas dan masa depan,” ungkap Professor Anhar.

BAGAIMANA MUNGKIN?

Dalam sudut pandang Professor Anhar yang dituangkan melalui media sosial Youtube pada 7 Januari 2026 kemarin, dia sebutkan bila kebijakan Nadiem membuat arah pendidikan Indonesia makin rusak.

Kebijakan yang dimaksud adalah program Merdeka Belajar, terutama Ujian Nasional (UN) yang diganti dengan Asesmen Nasional. Kebijakan signifikan lainnya yang dihapus adalah kewajiban skripsi untuk mahasiswa, serta kewajiban ekstrakurikuler Pramuka di sekolah.

“Akibat dari itu ada anak SMP yang oleh gurunya disuruh baca buku dan sama sekali tidak bisa. Anak SMP lho suruh baca buku (tapi) tidak tahu,” kata Anhar sebagaimana disadur oleh The Editor pada Jumat (20/2/2026).

Sejarawan Senior Profesor Anhar Gonggong (Foto: Tangkapan layar Youtube)
Sejarawan Senior Profesor Anhar Gonggong (Foto: Tangkapan layar Youtube)

Sistem yang dibangun Nadiem, lanjutnya, membuat dunia pendidikan makin runyam. Termasuk Ia menyayangkan tentang hasil temuan hasil kekayaan Nadiem yang meningkat tajam selama 4 tahun menjabat sebagai menteri.

“Ketika dia belum jadi menteri, dia (Nadiem) sudah menyusun kegiatan apa yang akan dia lakukan bila dia jadi menteri. Jadi dia sudah tahu bahwa dia akan jadi menteri. Nah artinya bocorannya ini berkaitan dengan presiden yang lalu, Pak Jokowi. Itu pun ada kaitannya. Seharusnya orang yang dianggap cakap jadi menteri itu sudah dipantau,” ungkap Anhar.

Karena hal tersebut, Anhar menilai pengadilan sangat perlu menghadirkan Presiden Joko Widodo untuk ditanyai tentang hal tersebut.

“Saya kira kalau ada keberanian dari Hakim atau Jaksa ya bisa saja mempertanyakan beberapa hal ke Jokowi. Kalau ada sesuatu dianggap dia bisa ditanya ya ditanyalah,” ungkapnya lagi.

Perlu diketahui, fakta persidangan kasus Nadiem Makarim menyebutkan bila negara mengalami kerugian hingga 2,1 triliun akibat pengadaan laptop Chrome Book dan Chrome Device Management.

Berikut jumlah harta kekayaan Nadiem berdasarkan data LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) berdasarkan tahun:

Tahun 2021 harta Nadiem tercatat sebesar 1,17 triliun.

Tahun 2022 harta Nadiem tercatat sebesar 4,87 triliun.

Tahun 2023 harta Nadiem tercatat sebesar 906 miliar.

Tahun 2024 harta Nadeim tercatat sebesar 600 miliar.

Peningkatan jumlah kekayaan yang drastis di tahun 2022 membuat Professor Anhar hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Anhar juga mengkritisi tentang posisi perusahaan milik Nadiem bernama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) yang menaungi GoTo atau lebih dikenal dengan Gojek dan Tokopedia yang sejak tahun 2017 mendapatkan suntikan modal dari Google melalui Google Asia Pacific Pte. Ltd.

“Disitu akhirnya ada main kongkalikong juga akhirnya kan,” ungkapnya.

“Buat saya, ini sangat merusak nilai yang harus dibangun oleh departemen pendidikan dan kebudayaan,” katanya.

Di akhir tayangannya, Professor Anhar mengatakan bila Ia sangat sedih melihat situasi Indonesia saat ini sebab seorang menteri pendidikan yang seharusnya mampu menjadi penuntun ternyata terlibat korupsi.

“Begitu pentingnya pendidikan (karena) mengubah karakter seseorang, memberikan nilai-nilai tertentu pada seseorang. Pengetahuan yang diberikan di sekolah bukan sekedar dia tahu matematika, tetapi yang terpenting dari pendidikan itu memberikan nilai tertentu yang pada akhirnya membangun karakter diri yang bersangkutan,” tutupnya.

Apa pendapat anda tentang tulisan di atas? Beri komen ya. 

 

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Baru