21.2 C
Indonesia
Wednesday, January 21, 2026

Di Mesir, Menteri Agama Sampaikan Bahwa Teknologi AI Harus Dibangun Dengan Bingkai Ketuhanan

Must read

THE EDITOR – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar berharap agar manusia berpartipasi dalam menjaga keseimbangan alam agar kerusakan lingkungan tidak terjadi sebagaimana yang disebutkan dalam Keislaman.

“Setiap profesi yang mengganggu keseimbangan tersebut sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ungkapnya dalam konferensi internasional yang diinisiasi Kementerian Wakaf Republik Arab Mesir, dan digelar di Universitas Al-Azhar Al-Syarif, Mesir dalam keterangan yang diterima oleh The Editor pada Selasa (20/01/2026).

Tak hanya bicara lingkungan, Nasaruddin juga berbicara tentang kemajuan teknologi seperti AI (Artificial Intelligence) harus dibangun bingkai nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan dan etika ekologis.

AI, menurutnya, tidak bisa menjauhkan manusia dari tanggung jawab moral, melainkan harus menjadi alat untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kehidupan dan keberlanjutan bumi.

Dalam paparannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengawali dengan menyampaikan salam hangat dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya konferensi internasional tersebut.

Delegasi Indonesia turut diwakili Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, LC., MH. dan Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag. Sementara itu, Rektor Universitas Al-Azhar diwakili oleh Dr. Salamah Daud, mewakili Grand Syekh Al-Azhar dan Dr. Hasan Al Shagir, Kepala Akademi Al Azhar untuk Pelatihan Imam dan Dai.

Konferensi ini menurut Nasaruddin menjadi sebagai ruang strategis untuk menyuarakan bahwa agama memiliki peran sentral dalam merespons tantangan global, termasuk krisis lingkungan dan disrupsi teknologi, dengan pendekatan yang berakar pada nilai spiritual dan kemanusiaan universal.

Tak hanya itu, lanjutnya, diseminasi ekoteologi di Al-Azhar Al-Syarif menjadi simbol bahwa program prioritas Kementerian Agama RI siap disuarakan ke seluruh penjuru global sebagai kontribusi Indonesia dalam membangun masa depan umat manusia yang berkeadaban, berkeadilan dan berkelanjutan.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Baru