26.8 C
Indonesia
Friday, January 2, 2026

Netizen Bertanya Mengapa Semua Harga Bantuan Kementerian Pertanian Kepada Korban Banjir di Mark Up!

Must read

THE EDITOR – Bantuan bencana alam yang disalurkan oleh Kementerian Pertanian untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Barat mengundang pertanyaan dari netizen dan musisi Tanah Air seperti pemain bass dari grup musik Slank, Ivan Kurniawan Arifin. Pasalnya, jumlah bantuan yang mencapai angka Rp 73.574.750.000 miliar tersebut ternyata diisi oleh angka-angka di luar nalar karena untuk bantuan beras Kementerian Pertanian ternyata memberikan harga sebesar Rp 65.000/liter.

Kisruh ini berawal dari postingan artis sekaligus promotor Melanie Subono lewat akun Instagramnya di @melaniesubono yang mengunggah 1 foto yang berisi daftar bantuan yang diberikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. 

Tidak disebutkan dari mana asal foto tersebut, tapi Melanie menuliskan penjelasan yang cukup menarik perhatian netizen, termasuk pemain bass dari grup musik Slank di Instagram.

“Menangis tapi ga tau kenapa …. Mungkin karna gw cuma musisi pekerja sosial kali ya, jadi gatau harga . Ada yang paham harga ?? Smoga ini hoax,” tulis Melanie pada Selasa (9/12/2015).

MUSISI CURIGA ADA KORUPSI DI BANTUAN KEMENTERIAN PERTANIAN

Beberapa unggahan netizen di Instagram Melanie sangat menarik untuk dibahas karena ternyata masyarakat sudah cerdas dan sangat peka terhadap situasi terkini yang ada di daerah banjir bandang.

Salah satunya adalah bantuan beras yang harganya mencapai angka Rp 65.000/kg. Dalam daftar Kementerian Pertanian, disebutkan bahwa lembaga tersebut akan mengirimkan 21.874 kg beras yang senilai dengan Rp 1.312.450.000 miliar. 

“Di item beras Costnya Rp. 1.312.45.000 ÷ 21.874 Liter =  Rp 60.000 / liter. Keren!!!!👏👏,” tulis pemain bass dari grup musik Slank, Ivan Kurniawan Arifin @greenslank.

Komentar Ivan langsung dibalas oleh netizen lain dengan cara yang sama.

“@greenslank bahkan beras premium sekalipun gak segitu harganya 😢😢,” tulis akun @vasco_saint.

 “@greenslank Harga segini sdh bs dapat beras 5 Kg 🤦🏻‍♀,” jawab akun @rianti_aldy.

 “Beras apa sekilo 60 ribu. ??????,” tulis akun @tristania118.

NETIZEN BERTANYA TENTANG ITEM “LAINNYA” YANG MENCAPAI ANGKA 6,8 MILIAR SEBANYAK 1000 DUS

Tak hanya beras, Kementan juga memasukkan biaya lainnya dalam jumlah dus sebanyak 1000 buah dalam bantuan tersebut.

Total harga untuk bantuan dengan kategori lainnya ini ternyata mencapai angka Rp 6,822,250,000 miliar. Akibatnya, netizen kembali bertanya.

“Barang Lainnya 1000 dus 6.822.250.000 (biaya tk terduga di duga2 dan patut dicurigakan ),” tulis akun @abib_akhmad.

“Bikin breakdown gini mah sekelas SPV kafe jg jago.. gak perlu harus menteri . Goks ya mark up nya 😂😂😂👏👏👏,” tulis akun @guntur13il.

“Minyak goreng, siapa itu yg suplai?? 😂😂😂,” tulis akun @safirmilanoo.

“Lainnya ? apatuhhh,” tulis akun @ndikzmanalagi.

“Item “lainnya” dan “dana tunai” kek mana tu ya,” tulis akun @malika_inonk.

“Positif thinking poin 13 Isinya PS5,” tulis akun @fredipurnama.

“yg lebih aneh lg point 13, YG LAINNYA 6 Miliar…coba buat apa?…😂,” tulis akun @djaloe1808.

HARGA TELUR JUGA DIBUAT LEBIH MAHAL 

Netizen mempertanyakan kemampuan Kementan dalam mengelola dan membeli komoditi telur yang dianggap terlalu mahal oleh netizen. Pasalnya, bantuan untuk telur yang mencapai angka 2,189 kg dibeli dengan harga Rp 72.250.000. 

Dari perhitungan netizen, diketahui harga telur tersebut mencapai Rp 33.000/kg. Sementara harga telur dipasarkan per kilogramnya dikatakan hanya mencapai Rp 31.000/kg.

Netizen heran karena lembaga sebesar Kementerian Pertanian tidak bisa memanfaatkan uang negara dengan membeli tanpa menawar serta penggelembungan nilai dari harga modal.

“Telur di jogja harga 26.000 kalo ecer. Disana emang mahal kali ya 33.000,” tulis akun @heeerrraaa_.

“Itu telur kl 2.189 kg x 30.000 =65.670  di Semarang hrg telur masih di bawah 30rb,” tulis akun @maia.4791.

 “Di jkt hr 31/kg,” tulis akun @5andaranhati.

“Di banten di Warung 31 k, kalau ini pasti beli banyak di agen nya langsung harga nya pasti di bawah itu sih kak, cuma lah mbuhlah pejabat disini,” tulis akun @riannaannaa.

“Dipasar buncit kemaren saya beli perkilo 30rb,” kata akun @minitaufik1205.

HARGA MINYAK GORENG JUGA DIGELEMBUNGKAN

“Minyak apa tu ya Allah ,perlitr 18 juta 500😢,” tulis akun @jack.doank.31924.

“Semua aja di Mark up !!,” tulis akun @nancybintangkecil99.

“Mie goreng ada bahan kelapa sawit nya kah ?” Tulis akun @vteaeighty.

KEMENTERIAN PERTANIAN REVISI PERNYATAAN HARGA BERAS, TAPI TIDAK UNTUK KOMODITI LAIN

Usai mendapat begitu banyak pertanyaan di media sosial, Kementerian Pertanian langsung mengeluarkan pernyataan resmi di akun Instagram mereka di @kementerianpertanian tak lama setelah unggahan harga bantuan tersebut viral.

Kementerian Pertanian mengaku keliru saat menulis harga satuan beras yang mereka cantumkan. Mereka mengelak dengan mengatakan bila volume 21.874 tersebut adalah jumlah paket yang masing-masing berisi 5 kg beras.

Sehingga, nilai total keseluruhan dari bantuan tersebut mencapai angka 16 miliar dengan perincian beras sebanyak 1.200 ton.

Kementerian Pertanian juga mengaku tidak membeli barang-barang tersebut menggunakan anggaran, melainkan menerima langsung bantuan dalam bentuk barang dari mitra dan pihak yang ingin berkolaborasi.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Baru