THE EDITOR – Penggunaan teknologi Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan ternyata mengeluarkan polusi yang jumlahnya tak kalah banyak dari Batu Bara.
Chatbot AI dikatakan menggunakan lebih banyak tenaga listrik saat dipakai untuk merespons pertanyaan pengguna dibandingkan pencarian internet biasa.
Pusat data yang disebut hiperskala ini dapat menjangkau lebih dari 200.000 kaki persegi, dan menggunakan daya sebanyak 50.000 rumah.
Hal ini telah membebani banyak perusahaan utilitas, dimana banyak di antaranya telah mengusulkan untuk pembangunan pabrik dan jaringan pipa gas alam agar dapat bertahan.
Namun, pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan dalam semalam, sehingga perusahaan utilitas beralih ke pembangkit listrik tenaga batu bara yang sudah tua.
Politico.Com mengatakan pada Kamis (27/11/2025) bila hal ini juga berdampak pada biaya kesehatan.
Dikatakan juga bila para peneliti di University of California menemukan bahwa melatih satu model AI bahasa berskala besar dapat menghasilkan polusi lebih banyak daripada 10.000 perjalanan pulang pergi dengan mobil antara Los Angeles dan New York City.
Studi tahun 2024 tersebut juga memperkirakan bahwa polusi dari daya yang dihasilkan oleh seluruh pusat data di AS dapat menimbulkan biaya kesehatan tahunan sebesar $20 miliar pada tahun 2030.
Perhitungan tersebut “sangat konservatif,” kata rekan penulis Shaolei Ren, seorang profesor teknik komputer di University of California, Riverside.
Perkiraan tersebut menurutnya dibuat sebelum pemerintahan Trump mulai mencabut batas polusi dan sebelum banyak pembangkit listrik tenaga batu bara menunda penghentian operasionalnya.
“Saya secara umum setuju bahwa kita membutuhkan AI, tetapi polusi udara, polusi iklim, kita dapat mengukurnya, dan saya pikir kita perlu memikirkan biayanya,” ujarnya.
“Polusi dari pembangkit listrik tenaga batu bara sudah “lebih beracun daripada sumber lain,” kata Francesca Dominici, ilmuwan populasi dan data di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Katanya, ketika EPA menyelesaikan aturan merkuri dan racun udara tahun lalu, beberapa bulan sebelum Presiden Joe Biden meninggalkan jabatannya, mereka memperkirakan bahwa pada tahun 2028 peraturan tersebut akan mencegah pelepasan 1.000 pon merkuri dan 770 ton partikel halus ke udara.
Di waktu yang sama, pemerintahan Biden menyelesaikan regulasi gas rumah kaca untuk pembangkit listrik yang menetapkan batasan baru pada emisi yang memanaskan planet sekaligus mengurangi jelaga dan polusi lainnya.
EPA kini sedang berupaya mencabut aturan iklim tersebut dan melemahkan regulasi merkuri untuk mengembalikan batas polusi ke yang ditetapkan pada tahun 2012.
Apa Saja Energi Yang Diperlukan Untuk Mendukung AI?
Sepertiga pembangkit listrik tenaga batu bara yang beroperasi untuk mendukung AI berada di wilayah Atlantik tengah Amerika Serikat dan akan digunakan untuk mendukung Data Center Alley, wilayah yang mencakup tiga county di Virginia yang kemungkinan akan segera menjadi rumah bagi lebih dari 400 pusat data.
Besarnya energi kebutuhan untuk mendukung AI membuat operator jaringan listrik di wilayah Virginia yang bernama PJM Interconnection meramalkan bila di masa depan permintaan listrik akan meningkat tajam hingga 15 tahun ke depan sebesar 85%.
Virginia sendiri tidak mampu menyediakan listrik yang cukup, sehingga PJM meminta dua pembangkit listrik tenaga batu bara di Maryland untuk tidak berhenti beroperasi.
Sebagaimana diketahui, pembangkit bahan bakar fosil milik jaringan PJM, Eddystone Generating Station di Pennsylvania, telah dijadwalkan untuk berhenti beroperasi sejak Mei 2025.
Namun, Departemen Energi memerintahkannya untuk tetap beroperasi hingga Februari 2026 dengan energi dari minyak bumi karena penutupannya akan menimbulkan krisis energi di wilayah tersebut.
Pemerintah setempat juga mengeluarkan perintah serupa pada Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara di Virginia dan Michigan.
Perintah tersebut dikeluarkan beberapa hari sebelum pembangkit listrik tersebut dijadwalkan berhenti beroperasi pada bulan Mei. Perintah tersebut telah diperpanjang dua kali, dan pembangkit listrik tersebut sekarang harus tetap beroperasi hingga Februari agar tidak terjadi pemadaman listrik bergilir di sana.
Saat ini dikatakan bila tiga pembangkit listrik tenaga Batu Bara di Missisipi ditunda penutupannya untuk mendukung kebutuhan perusahaan pusat data di Georgia.
Perusahaan pusat data bernama Georgia Power mengatakan bila pihaknya membutuhkan lebih dari 51.000 megawatt daya hingga pertengahan 2030-an.
Perusahaan Microsoft yang sedang membangun pusat data di tiga lokasi di Georgia, mendukung keputusan Georgia Power untuk menunda penghentian penggunaan batu bara.
Perusahaan teknologi tersebut, yang memproyeksikan akan mencapai netralitas karbon pada tahun 2030, berpihak pada Georgia Power ketika kelompok lingkungan hidup secara hukum menggugat rencana sumber daya terpadu perusahaan utilitas tersebut pada musim panas ini.
“Microsoft menyatakan bahwa mereka memiliki kepentingan substansial dalam proses ini sebagai konsumen listrik besar dari Georgia Power dengan kebutuhan khusus untuk layanan listrik,” tulis perusahaan tersebut dalam mosi intervensinya.
Untuk membantu memenuhi permintaan pusat data, Georgia Power saat ini membeli 600 megawatt listrik dari pembangkit listrik tenaga batu bara di Mississippi, Victor J. Daniel Electric Generating Plant, yang telah ditetapkan akan berhenti beroperasi pada tahun 2027 sebelum operasinya diperluas.
