21.6 C
Indonesia
Monday, March 2, 2026

Israel Pernah Berhutang Nyawa Kepada Raja dan Penduduk Asli Iran. Begini Sejarah Persia Asli Sebelum Arab Duduki Iran

Must read

THE EDITOR – Media sosial dipenuhi oleh suara-suara dari seluruh dunia yang mengakui dirinya adalah seorang warga negara Iran yang bahagia dengan kedatangan Israel dan Amerika Serikat ke negara mereka sebab momen tersebut dinilai sebagai bentuk perjuangan baru bagi penduduk asli Iran yang menolak berada di bawah kekuasaan Bangsa Arab di yang saat ini dipegang oleh Ayatullah Ruhollah Khomeini.

Suara-suara yang kuat ini cukup menarik untuk diketahui karena ternyata selama ini tidak ada yang tahu tentang situasi yang terjadi di Iran kecuali oleh mereka-mereka yang pernah bertemu langsung dengan warga negara Iran yang asli.

Saya sendiri pernah bertemu langsung dengan salah satu jurnalis televisi asal Iran dalam Konferensi Jurnalis Dunia di Seoul, Korea Selatan tahun 2016 lalu. Gaya berpakaiannya yang modis dan trendi membuat saya langsung bertanya kepada wanita separuh baya tersebut.

“Seperti apakah Iran yang sekarang? Aku terkejut mendapati jurnalis yang berpakaian seperti orang Eropa tanpa jilbab. Anda sangat membuat saya terkesan,” kataku padanya setelah memperkenalkan bahwa aku dari Indonesia.

Jawabannya yang singkat dan padat serta hangat membuatku sangat terkejut. Katanya begini, “Iran sangat terbuka pada dunia. Ada banyak pantai yang indah di Iran, khususnya Teheran karena saya tinggal di Teheran. Dan, kami diizinkan memakai pakaian bebas, bahkan bikini,” katanya sembari menunjukkan fotonya yang tengah berada di pantai.

“Bisa berbikini? Anda tidak ditangkap oleh pasukan Islam yang menguasai negara anda?” tanyaku.

“Tidak. Mereka orang terbelakang,” katanya sembari tertawa.

Aku dulu berpikir bahwa perbincangan secara langsung ini hanya kebetulan karena dia adalah seorang jurnalis yang pemberani. Nyatanya, Iran memang sedang mengalami perubahan.

PENDUDUK ASLI IRAN MENANGIS KEPADA DUNIA

Pada Minggu (1/3/2026) seorang aktivis, mantan politisi dan pegiat hak asasi manusia asal Iran bernama Golden Ghamari melalui akun Instagramnya di @gghamari secara terbuka mengatakan bila Ia sangat senang dan mengucapkan terima kasih karena Israel masih mengingat hubungan baik yang telah terjalin antara Israel dan Iran selama ribuan tahun.

Ghamari mengucapkan terima kasih kepada pasukan Israel karena telah membebaskan Bangsa Iran dari perbudakan yang dilakukan oleh Ayatullah Ruhollah Khomeini.

“Terima kasih karena mau mengorbankan diri anda untuk keamanan kami (Iran),” katanya sembari menahan air mata.

“Bersama, kita akan berdansa di jalanan kota Teheran. Terima kasih banyak. Selamat hari Minggu dan Umat Israel tetap hidup,” katanya sembari menggunakan dua bahasa Ibrani modern dalam kalimat terakhirnya.

Tak hanya Instagram, media sosial X juga dihebohkan dengan cuitan yang dilancarkan oleh @Begaei beberapa waktu lalu yang langsung menagih janji Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu melalui akun X di @netanyahu.

Akun @Begaei bertanya mengapa warga Iran di Teheran tidak melihat dukungan Israel sebagaimana yang telah dijanjikan. Akibatnya, banyak sekali anak muda yang terbunuh di jalanan karena yakin akan ditolong oleh pasukan Israel.

“Apakah anda (Benyamin Netanyahu) telah lupa pada kami (Iran)? Kami menanti pertolongan dari anda,” tulis akun tersebut.

Tak hanya itu, jurnalis berdarah Iran, Rita Panahi yang melarikan diri bersama orang tuanya saat anak-anak ke Australia dalam acara editorial yang disiarkan oleh televisi Sky News Australia dengan berani menyebut bila Ayatullah Ruhollah Khomeini adalah seorang diktator.

“Aku tak menyangka akan mengumumkan momen seperti ini dalam hidupku. Dan, saya ingin menyampaikan pesan kepada mendiang Mantan Pimpinan Tertinggi Iran, ‘terbakarlah di neraka’,” ucapnya. Sebagian kata-kata Rita harus disensor oleh redaksi The Editor. Namun, sindiran terakhir tersebut disampaikan oleh Rita Panahi dalam bahasa Persia yang Ia terjemahkan langsung di akun media sosial Instagramnya. (Silahkan klik disini untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh Rita saat siaran langsung di televisi. Instagram @ritapanahi).

SEPERTI APA SEJARAH YANG TERJALIN SELAMA 2.500 TAHUN ANTARA ISRAEL DAN IRAN

Hubungan antara Israel dan Iran dimulai dengan cara yang sangat istimewa di masa pemerintahan raja-raja Persia.

Pemerintahan ini membuat Israel berhutang budi besar sekali kepada Persia atau Iran di masa sekarang ini. 

Apa yang terjadi di masa itu? Mengapa Israel berhutang budi kepada Iran?

Simak ulasan The Editor di bawah ini.

1. RAJA KORESH YANG AGUNG (Cyrus the Great).

Raja Koresh dalam lukisan yang dimiliki oleh Museum Britannica (FOTO: Aspect of History)
Raja Koresh dalam lukisan yang dimiliki oleh Museum Britannica (FOTO: Aspect of History)

Raja Koresh adalah pendiri Kekaisaran Persia dan memerintah selama tahun 559 – 530 Sebelum Masehi atau sekitar 2.500 tahun yang lalu.

Ia adalah raja pertama yang membebaskan Bangsa Yahudi dari perbudakan Raja Nebukadnezar II yang menguasai Babilonia. Pembebasan ini dilakukan tepatnya pada tahun 539-538 SM.

Kekaisaran Babilonia berakhir dengan ditaklukkannya Nebukadnezar II. Dengan demikian, luas wilayah Raja Koresh di masa itu adalah wilayah Persia (Iran modern), Media, Mesopotamia (termasuk Babilonia), Asia Kecil (Turki), dan sebagian Asia Tengah.

Secara tidak langsung, Raja Koresh juga menguasai peradaban di Timur Tengah, termasuk yang sebelumnya yang dikuasai oleh kekaisaran Media, Lydia dan Babilonia. 

Banyak yang mencatat bila Raja Koresh adalah seorang Zoroaster yang tidak memaksakan kepercayaannya kepada rakyat yang ditaklukkannya. Sebaliknya, Ia menghormati dewa-dewa lokal, seperti di Babilonia, tempat Ia menyembah Marduk. Termasuk ke Babilonia sendiri yang disebut sebagai pusat pertumbuhan berhala dalam sejarah-sejarah hingga Alkitab.

NAMA RAJA KORESH DISEBUT DALAM ALKITAB ORANG KRISTEN DAN TANAKH KITAB SUCI ORANG YAHUDI

Untuk mengetahui kaitan Israel dan Iran, The Editor akan membawa anda kepada dua buku sejarah yang sangat penting di dunia ini. Buku ini menjadi panduan bagi banyak suku bangsa dan mencatat kehadiran raja-raja yang akan berkuasa di bumi.

Tanakh dan Alkitab memiliki kesamaan tapi juga berbeda. Namun, keduanya memiliki akar yang sama tentang Tuhan yang bernama Yehuda atau Yahwe serta nabi-nabinya.

Dua buku ini disampaikan dengan cara yang hampir mirip yaitu lewat nubuat atau ramalan yang hanya bisa diketahui oleh nabi pilihan Tuhan. Nabi-nabi tersebut mendapat ilham dan pengetahuan dari Tuhan yang membebaskan Bangsa Israel dari Mesir dengan membelah Laut Merah.

Catatan sejarah ini membuat Raja Koresh tidak bisa mengabaikan pengetahuan tentang namanya yang disebut-sebut dalam buku tersebut. 

Alkitab dan Tanakh menuliskan tentang kedatangan Koresh Yang Agung dengan sangat detail dan terperinci. 

The Editor pun melakukan riset melalui buku Alkitab langsung serta situs google untuk mencari tahu isi buku Tanakh. 

Pertama, Raja Koresh diramalkan akan datang sebagai seorang ‘gembala’ yang diurapi oleh ‘Tuhan’ yang disembah oleh Orang Israel melalui Nabi Yesaya sekitar 150 tahun sebelum kelahiran Raja Koresh, tepatnya sekitar tahun 700-an SM.

Koresh menjadi satu-satunya raja non-Yahudi yang disebut memiliki derajat kehormatan yang tinggi karena Ia dikatakan adalah ‘orang yang diurapi’.

Raja Koresh sendiri tahu tentang namanya yang tertulis dalam Alkitab sekitar tahun 539-538 SM. 

Berikut isi perkataan Nabi Yesaya tentang Raja Koresh berdasarkan terjemahan Alkitab Edisi Pelajaran yang dikeluarkan oleh Saksi Yehuwa.

Akulah yang berkata tentang Kores. Dialah gembala yang Kuangkat, Dan dia akan melaksanakan semua kehendak-Ku. Akulah yang berkata tentang Yerusalem, ’Dia akan dibangun kembali. Dan tentang bait, ’Fondasimu akan dibangun,”

Inilah yang Yehuwa katakan kepada orang yang Dia lantik, kepada Kores, yang tangan kanannya Dia pegang. Untuk menaklukkan bangsa-bangsa di hadapannya, untuk mengambil senjata raja-raja, Untuk membuka pintu-pintu di depannya, Supaya gerbang-gerbang tidak akan tertutup:

Ramalan yang muncul 150 tahun sebelum kelahiran Raja Koresh ini memang cukup mengejutkan karena Nabi Yesaya sudah menyebutkan siapa nama penyelamat Israel itu secara gamblang melalui Nabi Yesaya.

Memang sangat mengejutkan sebab Tanakh dan Alkitab sama-sama mencatatkannya. Bahkan, Alkitab sendiri juga mencatat tentang cara Raja Koresh menaklukkan Babilonia dengan cara mengeringkan sungai-sungai di sekitar istana dan melakukan serangan dadakan sehingga membuat Babilonia jatuh dalam 1 malam saja.

APA KATA RAJA KORESH TENTANG NUBUATAN AJAIB INI DI SAAT ITU?

Raja Koresh menyerahkan harta karun yang dirampas dari Bait Suci Yerusalem dari karya Ferdinand Bol tahun 1655 - 1669 yang saat ini disimpan di Museum Rijksmuseum di Belanda (FOTO: TheTorah.Com)
Raja Koresh menyerahkan harta karun yang dirampas dari Bait Suci Yerusalem dari karya Ferdinand Bol tahun 1655 – 1669 yang saat ini disimpan di Museum Rijksmuseum di Belanda (FOTO: TheTorah.Com)

Di tahun sekitar 539-538 SM, Raja Koresh ternyata sudah mengetahui bila namanya tercatat dalam Alkitab sebagai raja yang akan membangun bait Allah yang hancur di Yerusalem akibat serangan Bangsa Babilonia pada tahun 586 SM.

Bayangkan, kehancuran Yerusalem ini juga sudah dicatat oleh Alkitab dan menyertakan nama Babilonia yang akan menghancurkannya. Kehancuran Yerusalem terjadi karena Bangsa Israel banyak berbuat dosa dan menyembah berhala. Semua tulisan ini dicatat juga secara detail.

Raja Koresh adalah seorang Zoroaster yang tidak memaksakan kepercayaannya kepada rakyat yang ditaklukkannya. Sehingga, berbagai macam pengetahuan tentang dirinya juga akan Ia hargai dan pelajari, termasuk tentang namanya yang sudah tercatat dalam Alkitab  sebagai pembangun Yerusalem beserta Bait Allah yang hancur.

Catatan tersebut tampaknya membuat hati Koresh senang.

Karena pada akhirnya, tahun 539 SM menjadi masa yang istimewa bagi Orang Yahudi sebab di tahun ketiga pemerintahan Koresh sebagai raja di Babilonia, sebuah dekrit baru dikeluarkan yang isinya tentang izin pemulangan Orang Yahudi ke Yerusalem dan rekonstruksi pembangunan kembali Bait Suci.

Isi dekrit tersebut dicatat oleh Ezra, seorang nabi yang sangat penting dari Bangsa Israel. 

”Kores raja Persia berkata, ’Yehuwa, Allah yang berkuasa atas surga, telah memberi saya semua kerajaan di bumi, dan Dia menugasi saya untuk membangun rumah bagi-Nya di Yerusalem, di Yehuda. Siapa pun di antara kalian yang adalah umat-Nya, semoga Yehuwa Allahnya menyertai dia. Biarlah dia pergi ke sana,” tulis Ezra dalam bukunya.

Koresh juga memerintahkan agar ribuan perkakas – perkakas emas dan perak yang pernah dijarah oleh Babilonia dari Bait Suci dikembalikan. 

Diantaranya yang dikembalikan oleh Koresh: 

1. 30 keranjang dari emas

2. 1.000 keranjang dari perak

3. 29 wadah lainnya. 

4. 30 mangkuk emas kecil

5. 410 mangkuk perak kecil

6. 1.000 perlengkapan lainnya. 

7. Jumlah seluruh perlengkapan yang terbuat dari perak dan emas adalah 5.400.

Koresh juga menggunakan dana dari kerajaannya untuk membangun Bait Suci tersebut. Tak lupa Ia mengimbau seluruh rakyat di wilayah jajahannya untuk menyumbangkan emas da perak kepada Orang Yahudi yang kembali ke Yerusalem untuk melakukan tugas pembangunan tersebut.

Perlu diketahui, jarak dari Babilonia ke Yerusalem adalah 1.448 km dan rombongan Orang Yahudi yang kembali dari tanah perbudakan membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk bisa tiba di Yerusalem mengingat mereka harus membawa anak-anak dan orang tua di masa itu.

2. DARIUS YANG AGUNG (DARIUS I ATAU DIKENAL JUGA SEBAGAI DARIUS HISTASPIS)

Catatan Alkitab menyebutkan bila Darius I melanjutkan pembangunan Bait Suci yang sempat terhenti di masa pemerintahan raja sebelumnya. Penghentian pembangunan Bait ini terjadi setelah Raja Koresh meninggal dan digantikan oleh Raja Artahsasta I sekitar tahun 520 SM. Di masa itu Raja Artahsasta sempat tidak melanjutkan dekrit Koresh selama 15 tahun.

Darius I melanjutkan pembangunan Bait Suci setelah mengkonfirmasi dekrit yang dikeluarkan oleh Raja Koresh, leluhurnya meski dari cabang keturunan yang berbeda.

Konfirmasi ini berhasil setelah nabi-nabi dari Bangsa Israel mendorong segala macam nubuat dan ramalan yang pernah muncul di dunia ini yang berkaitan dengan Raja Koresh.

Dan, pembangunan pun berlanjut dan selesai di tahun 515 SM.

3. RAJA AHASYWEROS  ATAU XERXES I

Ahasyweros atau dikenal dengan nama Xerxes I menyelamatkan orang Yahudi sekitar tahun 474-473 SM (tahun ke-12 pemerintahannya) dengan mengeluarkan dekret baru yang mengizinkan orang Yahudi membela diri dan melawan penyerang mereka.

Keputusan ini dilakukan setelah Ratu Ester, istri Xerxes I mengungkap rencana jahat Haman, perdana menteri licik di bawah Raja Ahasyweros.

Ester memperjuangkan bangsanya dan membalikkan genosida yang direncanakan sebelumnya dimana Haman merencanakan pemusnahan massal bangsa Yahudi di seluruh kerajaan Persia,

Haman murka karena Mordekhai, seorang Yahudi, yang merupakan paman Ratu Ester menolak untuk sujud menyembah kepadanya.

Haman belakangan diketahui berasal dari orang “Agag”, yang menandakan ia keturunan Amalek, musuh turun-temurun bangsa Israel.

Akibat intervensi Ratu Ester, rencana Haman terbongkar. Haman digantung pada tiang setinggi 50 hasta yang awalnya disiapkan untuk Mordekhai.

Momen kemenangan ini dikenal dengan Perayaan Purim karena Xerxes I mengizinkan Orang Yahudi yang tersebar di 127 provinsi Persia membela diri mereka untuk melawan Haman.

4. RAJA ARTAHSASTA I

Berdasarkan catatan Alkitab, khususnya di kitab Ezra, Raja Artahsasta dari Persia mendukung pembangunan kembali bait suci di Yerusalem dengan memberikan surat izin resmi, membebaskan pajak bagi para pelayan bait, dan membiayai kebutuhan hewan kurban serta material bangunan dari perbendaharaan kerajaan.

Ia juga diketahui memberikan sumbangan  besar untuk menunjang pembangunan Bait di Yerusalem.

Hal ini terjadi pada tahun ketujuh pemerintahan Artahsasta (468 SM).

 

Bagaimana menurut pandangan anda? Beri komentar ya.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Baru