22.7 C
Indonesia
Wednesday, March 4, 2026

Rita Panahi, Presenter NCA Yang Berhasil Lari dari Rezim Khomeini Rayakan Kabar Tewasnya Sang Diktator Dalam Siaran Langsung

Must read

THE EDITOR – Jurnalis berdarah Iran, Rita Panahi yang melarikan diri bersama orang tuanya saat anak-anak dari rezim Khomeini di Iran merayakan kabar tewasnya Ayatullah Ruhollah Khomeini dalam siaran langsung yang ditayangkan oleh Sky News, Australia.

Panahi memulai komentarnya dengan mengatakan bahwa ini “akan menjadi editorial terpendek yang pernah saya sampaikan”, dan menambahkan bahwa Iran “berada di ambang pembebasan”,” seperti dikutip oleh The Editor dari News.com.

“Setelah 47 tahun tirani Islam, sang diktator telah mati,” lanjut Panahi.

“Saya tidak pernah menyangka akan melihat hari ini selama hidup saya.”

Khamenei, yang telah memerintah Republik Islam sejak 1989, tewas pada Sabtu malam dalam serangan militer gabungan AS-Israel yang signifikan yang menghantam kompleks bentengnya di pusat Teheran, menurut media pemerintah Iran dan laporan Barat.

Operasi tersebut, yang digambarkan oleh para pejabat sebagai “Operasi Epic Fury” di AS dan melibatkan serangan udara dan rudal terkoordinasi yang menargetkan beberapa tokoh senior rezim Iran. 

Serangan ini juga dilakukan dengan bantuan badan intelijen yang berada di lokasi untuk melaporkan tentang pertemuan para pemimpin rezim Iran yang sangat jarang terjadi di pagi itu. Informasi ini membuat dunia terkejut.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden AS Donald Trump sama-sama mengkonfirmasi bahwa kompleks tersebut hancur dan Khamenei telah tewas, dengan laporan yang mengatakan sekitar 40 pejabat tinggi Iran juga tewas.

Rita Panahi lahir di Pine Bluff, sebuah kota di negara bagian Arkansas, AS, dan menghabiskan masa kecilnya di Teheran sebelum beremigrasi ke Melbourne. 

Ia telah berbicara secara terbuka tentang penentangannya terhadap Republik Islam dan perlakuan rezim terhadap perempuan.

Ledakan emosi pada hari Minggu kemarin menandai salah satu kecaman paling langsung dan pribadi yang pernah ia lontarkan terhadap kepemimpinan rezim tersebut.

Dalam siaran tersebut, Rita secara langsung menyebut bila Ayatullah Ruhollah Khomeini adalah seorang diktator.

Bahkan, dengan santai Ia menyampaikan kebahagiannya dalam Bahasa Persia yang ramai dibicarakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Sebagai informasi, sebagian kata-kata Rita harus disensor oleh redaksi The Editor. Namun, sindiran terakhir tersebut disampaikan oleh Rita Panahi dalam bahasa Persia yang Ia terjemahkan langsung di akun media sosial Instagramnya. 

(Silahkan klik disini untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh Rita saat siaran langsung di televisi. Instagram @ritapanahi).

Demikian pula, para pemimpin Australia juga memberikan penghormatan terakhir yang biasa saja kepada Khomeini.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan pada hari Minggu bahwa Khomeini “bertanggung jawab atas pengaturan serangan di tanah Australia. 

Kepergiannya tidak akan ditangisi,” ucapnya.

Pemimpin Oposisi Australia Angus Taylor bahkan menyebut rezim Khamenei sebagai “otoriter, anti-Semit, dan kotor”.

Tayangan tentang Rita ini dapat anda tonton di: Rita Panahi

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Baru