22.4 C
Indonesia

Sawi Putih Langka dan Mahal, Korsel Berpotensi Krisis Kimchi

Must read

KOREA SELATAN – Bagi Anda yang menggemari budaya asal negeri ginseng Korea Selatan, tentunya Anda tidak asing dengan kimchi.

Asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas ini kerap muncul dalam berbagai program televisi, K-Drama, film, dan sebagainya, sebagai makanan pendamping yang tidak boleh terlupakan.

Akan tetapi, pemerintah Korea Selatan baru-baru ini mengumumkan  rencana besarnya mengenai pembangunan dua tempat penyimpanan kimchi.

Tempat itu akan dibangun di kawasan pedesaan Goesan dan Haenam dengan ukuran yang tidak main-main.

Masing-masingnya memiliki luas 9.900 meter persegi dan jika digabungkan akan setara dengan luas 3 lapangan sepak bola.

Usut punya usut, hal ini berkaitan dengan stok sawi putih, bahan utama pembuat kimchi, yang semakin langka.

Bukan hanya langka, harganya pun telah melonjak hingga 2 kali lipat dalam waktu kurang dari 3 bulan tahun ini.

Dilansir dari Reuters, perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir adalah dalang di balik semua ini.

Suhu yang lebih tinggi dan hujan yang lebih lebat telah merusak tanaman sawi putih dan mempengaruhi pasokannya.

“Kami biasa membeli sawi putih pada bulan Juni lalu menyimpannya untuk digunakan nanti saat harga kubis naik, tapi tahun ini kami sudah kehabisan stok,” kata Ahn Ik-jin, kepala eksekutif pembuat kimchi Cheongone Organic.

“Dulu kami memproduksi 15 ton kimchi sehari, tetapi sekarang kami hanya memproduksi 10 ton atau kurang,” sambungnya.

Ahn mengaku bahwa hal itu membuat perusahaannya harus menaikkan harga kimchi sebanyak dua pertiga menjadi 5 ribu won (sekitar Rp53 ribu).

Menurut studi yang dilakukan oleh Korea Rating & Data, hampir setengah dari 1.000 produsen kimchi di Korea Selatan pada tahun lalu memutuskan untuk tutup secara permanen, sementara, atau beralih ke produk lain.

Fenomena ini juga membuat masyarakat di dalam negeri khawatir tidak bisa menjalankan tradisi Kimjang pada bulan November nanti.

Tradisi itu meliputi kegiatan membuat dan membagikan kimchi di antara keluarga, teman, dan komunitas.

Adapun fasilitas yang akan dibangun nanti dapat menampung hingga 10 ribu ton sawi putih dan mengasinkan 50 ton sawi putih setiap harinya.

Fasilitas yang membutuhkan dana sebesar 58 miliar won itu akan selesai dibangun pada tahun 2025 mendatang.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru