30.4 C
Indonesia

Pemerintah Berencana Impor Beras dari Thailand Jika Produksi Kurang

Must read

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Senin (19/2) mengungkap rencana pemerintah dalam menanggulangi harga beras yang melambung tinggi belakangan ini.

Salah satu opsi dalam rencana tersebut, yang tengah dipersiapkan, adalah mengimpor dua ton beras dari Thailand.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan, impor akan dilakukan jika produksi beras di dalam negeri kurang. Hal ini juga bertujuan untuk menanggulangi harga bahan pokok yang tinggi dan bahkan berpotensi semakin meningkat.

“Ini bisa jadi (langkah) antisipasi melalui rakornas dan ratas, tentunya dengan persetujuan Presiden dan Menteri,” kata Sarwo, dikutip dari Antara.

“Tahun lalu 2,8 juta ton, tahun ini rencananya 2 juta ton, tetapi kalau misalnya produksi dalam negeri cukup berarti impor itu tidak jadi,” tambahnya.

Adapun mengenai harga beras yang meroket di pasaran, Sarwo menyebut Bapanas menilainya sebagai dampak dari tingginya ongkos produksi hingga terjadinya fenomena El Nino yang membuat waktu tanam mundur.

“Pertama, memang ongkos produksinya naik, di pupuknya naik. Kemarin dampak dari El Nino kekeringan, kemudian air juga kurang, panennya itu berkurang, sehingga hasilnya berkurang, otomatis harga naik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kenaikan harga beras saat ini tidak ada kaitannya dengan bulan Ramadhan yang semakin dekat, melainkan karena waktu tanam yang mundur dan El Nino.

“Enggak, karena memang waktu tanam kita mundur, sehingga waktu panen kita juga mundur. Itu sebagai konsekuensi dari adanya El Nino,” katanya.

Adapun ketika disinggung terkait adanya potensi penimbunan beras yang membuat harga beras melambung, ia menjelaskan tidak ada penimbunan dan diharapkan dalam waktu dekat harga beras bisa kembali normal.

“Sampai saat ini belum. Jadi masih berjalan normal, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa normal,” pungkasnya.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru