23.4 C
Indonesia

Pelajar Banyuwangi “Naik Kelas”, Unjuk Hasil Karya Kolaborasi dengan Desainer Profesional di BFF

Must read

BANYUWANGI – Suasana Terminal Pariwisata Banyuwangi pada Rabu (12/7) malam terasa sedikit berbeda. Panggung megah berdiri di sana, dihiasi lampu-lampu cantik serta dikelilingi banyak orang yang antusias.

Bagaimana tidak? Dari balik panggung, satu per satu model profesional muncul, memamerkan pakaian hasil rancangan sejumlah tim khusus yang bekerja keras untuk acara ini.

Banyuwangi Fashion Festival (BFF) kembali hadir setelah absen selama pandemi Covid-19.

Adapun yang disebut “tim khusus” dalam tulisan ini adalah tim yang berisi seorang desainer profesional dan sejumlah pelajar Banyuwangi yang dilibatkan guna menyukseskan gelaran mode kreatif ini.

Setidaknya ada 10 desainer daerah yang berkolaborasi dengan siswa SMK di Banyuwangi.

Mengusung konsep co-exist, BFF 2022 ini mengedepankan kolaborasi antarsesama dan alam, yang terwujud dalam sejumlah tema busana.

Mulai dari Tropical Reborn, Green Forest, Angel Runaway, hingga Altsea.

Salah satu desainer yang berkolaborasi dengan para pelajar adalah Almira. Pemilik butik busana muslim di bilangan Letkol Sugiono, Banyuwangi, ini bekerja sama dengan enam orang siswa SMK Sritanjung Banyuwangi.

“Seluruh desain dan cutting dikerjakan oleh mereka, kami hanya sebagai kurator dan pembimbing di setiap proses pengerjaan,” tuturnya.

“Saya senang melihat hasil kerja mereka ini. Hanya dua minggu dan hasilnya sangat bagus,” lanjutnya.

Di panggung BFF, tim Almira menampilkan kolaborasi desain yang terinspirasi dari Haik, busana tradisional bangsa Algeria.

Selain Almira, nama Sanet Sabintang juga disebut-sebut sebagai salah satu desainer profesional yang ikut berkolaborasi dengan para pelajar.

Suasana panggung BFF 2022, Rabu (12/7) malam. (Foto: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi/THE EDITOR)

Pemilik brand fashion sendiri itu tepatnya gabung dengan para siswa SMK Ihya Ulumuddin, Singojuruh. Mereka mengusung konsep Iyashi yang mengandung makna penyembuhan.

“Banyak ilmu yang saya dapat saat berkolaborasi ini. Mulai dari memilih bahan, mendesain, memotong sampai bagaimana menjahit yang rapi,” ungkap Nurul Islami, pelajar kelas XI yang berkesempatan kerja bareng Sanet Sabintang.

“Kami merasa sangat tersanjung karena diberi kesempatan tampil di panggung yang megah ini,” lanjutnya. 

Puluhan karya ditampilkan di hadapan ribuan pengunjung yang datang, baik secara offline maupun online. Tepuk tangan meriah terdengar setiap kali sang desainer naik ke atas panggung.

“Saya tidak menyangka kreativitas saya dan kawan-kawan berbuah baik dan ditampilkan di BFF. Semoga ke depannya makin banyak panggung semacam ini untuk kami anak-anak pelajar,” ungkap Rindu, salah satu pelajar SMK Sritanjung yang turut ambil bagian.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir secara virtual pun mengapresiasi BFF kali ini.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa mendorong kreativitas anak milenial di Bumi Blambangan agar semakin produktif.

“Semoga dengan melibatkan pelajar dan para pelaku industri fashion Banyuwangi, ajang BFF ini bisa semakin menumbuhkan industri kreatif di Banyuwangi tercinta ini,” ungkap Ipuk.

Ipuk juga memastikan bahwa kreativitas anak muda di Banyuwangi akan selalu mendapatkan ruang.

“Ajang ini akan rutin dilakukan setiap tahunnya. Ini untuk memastikan tersedianya ruang kreasi bagi kreativitas anak muda Banyuwangi,” tegasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro DR. Rulli Nuryanto, Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, dan Ketua Dekopin Pusat, Sekban Bakorwil Jember Juhaer.

Sebagai informasi, BFF kali ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Koperasi ke-75.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru