29.4 C
Indonesia

Menkominfo Johnny G Plate Jadi Tersangka Kasus Korupsi Senilai Rp 8 Triliun

Must read

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (17/5) menetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Johnny ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung Bakti Kementerian Kominfo tahun 2020–2022.

Penetapan status tersebut dilakukan usai Johnny menjalani pemeriksaan ketiganya di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, pada hari yang sama.

Setelah dua pemeriksaan sebelumnya, yang dilakukan pada Februari dan Maret lalu, ia dinyatakan sebagai saksi, pemeriksaan kali ini menetapkannya sebagai tersangka.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi mengungkapkan, hal itu terkait wewenang Johnny sebagai pengguna anggaran dan posisinya sebagai menteri.

“Tentunya selaku pengguna anggaran dan selaku menteri. Atas hasil pemeriksaan tersebut sehingga tim penyidik pada hari ini telah meningkatkan status yang bersangkutan dari saksi menjadi tersangka,” kata Kuntadi.

pemeriksaan, Johnny terlihat keluar dari gedung Kejagung dengan mengenakan rompi berwarna merah muda dan kedua tangan yang diborgol.

Pemandangan itu cukup untuk memberi tahu bahwa dirinya langsung menjadi tahanan kejaksaan.

Adapun jumlah kerugian negara yang disebabkan oleh proyek yang dikorupsi ini mencapai Rp8 triliun.

Melansir detik, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh sebelumnya telah mengatakan hasil perhitungan tersebut telah diserahkan ke Kejaksaan Agung.

“Berdasarkan semua yang kami lakukan dan berdasarkan bukti yang kami peroleh, kami telah menyampaikan kepada Pak Jaksa Agung, kami menyimpulkan terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp8.032.084.133.795,” katanya, Senin (15/5).

Kerugian mencakup tiga hal, yakni biaya kegiatan penyusunan kajian pendukung, markup harga, dan pembayaran BTS yang belum terbangun.

Selain Johnny, lima orang lainnya juga telah ditetapkan sebagai tersangka secara terpisah pada Januari dan Februari lalu.

Mereka adalah Anang Achmad Latief (AAL) Direktur Utama Bakti Kemenkominfo, Galumbang Menak Simanjuntak (GMS) Direktur PT MORA Telematika Indonesia, Yohan Suryanto (YS) selaku tenaga ahli Human Development Universitas Indonesia (HUDEV-UI), Mukti Alie (MA) dari PT Huawei Tech Investment, dan Irwan Heryawan (IH) Komisaris PT Solitech Media Sinergy.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru