29.4 C
Indonesia

Libur Lebaran, Ada Beragam Atraksi Wisata dan Seni-Budaya di Banyuwangi

Must read

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta para pelaku wisata bersiap menyambut libur lebaran tahun ini. Pasalnya, berbagai atraksi wisata dan pergelaran seni-budaya telah disiapkan untuk meramaikan sejumlah destinasi wisata.

Salah satunya adalah Barong Ider Bumi, sebuah tradisi ritual tolak bala oleh Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Tradisi ini umumnya digelar pada hari kedua lebaran.

Tarian Seblang Olehsari yang merupakan ritual setiap bulan Syawal juga akan digelar. Tarian ini akan dipertunjukkan di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah.

Tradisi ini sendiri umumnya dimulai sejak 3 Syawal. Masyarakat setempat percaya bahwa pelaksanaan tarian Seblang Olehsari dapat menghilangkan mara bahaya dan pagebluk–wabah penyakit atau pandemi.

Selain itu juga ada Puter Kayun, yang merupakan tradisi warga Boyolangu, Kecamatan Giri, saat memasuki hari kesepuluh bulan Syawal.

Puter kayun adalah ritual menepati janji warga Boyolangu kepada para leluhur yang telah berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi. Mereka melakukan napak tilas dengan menaiki delman hias dari Boyolangu menuju Watu Dodol.

Ilustrasi pergelaran seni di destinasi wisata di Banyuwangi. (Foto: Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi/THE EDITOR)

Tidak hanya dilakukan oleh masyarakat, sejumlah hotel di Banyuwangi juga menyiapkan atraksi wisata di tempat mereka.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa pemerintah telah mengizinkan masyarakat untuk melakukan mudik, setelah dua tahun berturut-turut diberlakukan pelarangan akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Oleh karena itu, pihaknya memprediksi akan ada peningkatan kunjungan wisatawan pada lebaran tahun ini.

“Ini momentum untuk kebangkitan ekonomi Banyuwangi. Harus kita persiapkan dengan baik. Pemkab bersama para pelaku wisata menyiapkan diri untuk menyambut wisatawan,” ujar Ipuk.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar rapat bersama pengelola destinasi wisata di Banyuwangi.

Dari rapat tersebut, ada sejumlah hal yang disepakati bersama untuk diterapkan pada libur panjang Idul Fitri ini.

Salah satunya adalah menghadirkan atraksi seni dan budaya yang berbeda-beda di setiap destinasi.

Ilustrasi pergelaran seni di destinasi wisata di Banyuwangi. (Foto: Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi/THE EDITOR)

“Ini dalam rangka menghindari terjadinya penumpukan pengunjung di salah satu destinasi tertentu. Dengan banyaknya ragam hiburan yang dibuat di setiap destinasi, pengunjung akan memiliki banyak pilihan untuk mau berkunjung ke sana,” ujar Ipuk.

Bramuda sendiri memperkirakan jumlah pengunjung di destinasi wisata bakal mencapai 40 ribu orang selama masa libur lebaran tahun ini.

“Adapun destinasi yang bakal menjadi favorit wisatawan, di antaranya Kawah Ijen, Pulau Merah, Bangsring Underwater, dan Grand Watu Dodol (GWD),” kata Bramuda.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi Zaenal Muttaqin menambahkan, seluruh anggota PHRI antusias menyambut liburan panjang Lebaran tahun ini. Ia juga optimis bahwa tingkat hunian hotel tahun ini dapat optimal.

“Misalnya, kami berkolaborasi dengan travel agent dan pokdarwis menawarkan paket wisata kepada para tamu. Sehingga, selain menikmati staycation di hotel, mereka juga ada atraksi lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kreativitas pengelola hotel dan restoran memang sangat diperlukan untuk menghindari kejenuhan para pengunjung.

“Apalagi saat ini sudah ada penerbangan langsung Banyuwangi-Jakarta maupun Banyuwangi-Madura yang memperbesar peluang terjadinya peningkatan kunjungan ke Banyuwangi. Tentu pengelola hotel dan restoran harus terus berbenah menyajikan layanan yang semakin baik,” pungkasnya.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru