27.4 C
Indonesia

Jalankan Mogok Makan, Begini Kondisi Terkini Farhad Meysami, Aktivis Iran Yang Meminta Penghentian Kewajiban Berhijab

Must read

IRAN – Sebuah foto yang memperlihatkan kondisi terkini Farhad Meysami, dokter sekaligus aktivis Iran yang tengah dipenjara, menarik perhatian banyak orang.

Meysami terlihat sangat kurus di foto itu, dengan tulang-tulang tubuh dan wajahnya yang tercetak amat jelas.

Ia disebutkan telah kehilangan 53 kilogram berat badannya sejak menjalankan aksi mogok makan di balik jeruji besi pada 7 Oktober 2022.

Pusat Hak Asasi Manusia Iran (CHRI) pun menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta organisasi-organisasi kemanusiaan internasional agar dapat segera mendesak pengadilan Iran membebaskan Meysami, mengetahui hidupnya mulai terancam.

Pria itu dipenjara sejak Juli 2018 karena melakukan advokasi penghentian hukum wajib hijab di Iran secara damai.

“Meysami adalah salah satu dari aktivis-aktivis pria pertama yang dipenjara di Iran karena meminta akhir dari kewajiban berhijab untuk perempuan,” tutur Wakil Direktur CHRI Jasmin Ramsey.

“Ia telah mengorbankan segalanya untuk menuntut hak dasar rakyat Iran.

“Komunitas internasional harus mendukungnya dengan memperkuat seruannya dan dengan menuntut kebebasannya untuk mencegah kematian tahanan politik lainnya di Iran,” tambahnya.

BBC Persia menjadi pihak pertama yang mempublikasikan foto yang menunjukkan keadaan terkini Meysami di Penjara Rajaee-Shahr di Karaj.

Outlet berita itu juga merilis surat yang ditulis oleh Meysami, yang berisi pemberitahuan bahwa ia tetap mempertahankan tiga tuntutannya.

“Pada saat para penguasa telah menolak hak orang-orang atas tubuh yang sehat, mata pencaharian dan martabat, tidak menyisakan apa pun selain rasa sakit dan penderitaan sehari-hari, saya telah memulai kontribusi kecil saya sendiri, berharap untuk mengubah masa beracun ini menjadi penangkal racun dengan upaya kolektif,” tulisnya.

“Saya akan tetap mempertahankan tiga tuntutan saya: menghentikan eksekusi pengunjuk rasa, membebaskan tahanan politik-sipil, dan menghentikan pelecehan jilbab secara paksa, dan saya akan melanjutkan misi mustahil saya dengan harapan nantinya bisa menjadi mungkin dengan upaya kolektif,” tambahnya.

Selama 75 hari pertama dalam gerakan mogok makannya, Meysami diketahui masih menerima asupan cairan.

Kemudian, sejak 19 Desember, ia telah memasuki mogok makan “kering”, menurut Voice of America.

Sebelumnya, ia juga menjalankan mogok makan pada Mei sebagai protes terhadap kemungkinan eksekusi seorang ilmuwan berkebangsaan Swedia-Iran Ahmadreza Jalali.

Ia lalu mengakhiri gerakan itu dua minggu kemudian setelah Jalali dipastikan tidak dieksekusi.

Sebelum masa mogok makan itu berhenti, kondisi tubuhnya sudah sangat kritis hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru