29.4 C
Indonesia

Ilmuwan Catat Kasus “Kelahiran Perawan” Pertama Pada Buaya

Must read

KOSTA RIKA – Ilmuwan mencatat kasus pertama yang diketahui sebagai “kelahiran perawan” pada buaya betina yang tidak melakukan kontak dengan jantan selama sekitar 16 tahun.

Reptil tersebut mampu menghasilkan janin yang terbentuk sempurna yang 99,9% identik secara genetik dengannya.

Para peneliti mengatakan penemuan ini, yang dilaporkan dalam jurnal Biology Letters, memberikan “wawasan yang menggiurkan”, menunjukkan nenek moyang evolusionernya seperti dinosaurus mungkin juga mampu melakukan reproduksi sendiri.

Juga dikenal sebagai partenogenesis fakultatif, kelahiran perawan telah didokumentasikan pada spesies burung, ikan, kadal, dan ular, namun belum pernah terjadi sebelumnya pada buaya.

Ini adalah proses ketika sel telur berkembang menjadi embrio tanpa pembuahan oleh sperma.

Buaya amerika (Crocodylus acutus) itu dibawa ke penangkaran pada tahun 2002 ketika dia berusia dua tahun dan ditempatkan di sebuah kandang di Kosta Rika. Ia tinggal di sana sendirian selama 16 tahun berikutnya.

Pada Januari 2018, penjaga kebun binatang menemukan 14 telur di kandang. Telur-telur tersebut tidak menetas tetapi mengandung janin yang sudah terbentuk sempurna.

Analisis genetik jaringan dari jantung janin dan dari kulit ibu mengungkapkan kecocokan 99,9%, mengonfirmasi bahwa keturunannya tidak memiliki ayah.

Partenogenesis fakultatif jarang terjadi tetapi diperkirakan terjadi ketika suatu spesies menghadapi kondisi yang menantang atau tidak menguntungkan, seperti tekanan lingkungan atau kekurangan pasangan.

 

Sumber: The Guardian

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru