24.4 C
Indonesia

Dua Wanita Iran Dilempari Yoghurt dan Ditangkap Karena Tak Pakai Hijab

Must read

IRAN – Dua perempuan di Iran mendapat perlakuan tidak menyenangkan karena tidak mengenakan hijab di tempat umum. Mereka dilempari yoghurt oleh seorang pria dan setelahnya ditangkap oleh aparat.

Aksi pria tersebut terekam kamera dan mulai beredar di media sosial pada Jumat (31/3). Laporan menyebutkan peristiwa itu terjadi sehari sebelumnya, Kamis (30/3).

Dalam video itu, terlihat kedua wanita yang menjadi korban pelemparan yoghurt berada di sebuah toko yang tengah ramai dengan pembeli. Salah satu dari mereka tidak mengenakan hijab.

Keduanya tampak sedang mengantre ketika seorang pria berkacamata tiba-tiba masuk ke toko dan langsung menghampiri wanita yang tak berhijab.

Pria itu mengatakan sesuatu kepadanya sebelum wanita yang berhijab menyadari itu dan berbalik untuk masuk ke dalam pembicaraan.

Tampak perdebatan singkat terjadi di antara ketiganya sebelum pria itu meraih sesuatu di dekatnya, yang ternyata adalah semangkuk yoghurt, dan menuangkan isinya ke kepala kedua wanita itu.

Sontak pemandangan itu membuat orang-orang yang ada di toko terkejut. Dua pria bahkan mendorong pria berkacamata keluar dari toko atas aksinya tersebut.

Sementara video itu mengundang simpati dari banyak orang, termasuk masyarakat internasional, kedua wanita itu justru ditangkap usai pengadilan mengeluarkan surat penangkapan.

Media otoritas peradilan Iran Mizan News Agency menyebutkan bahwa mereka ditangkap dengan tuduhan tidak mengenakan hijab di tempat umum.

Seperti yang diketahui, hijab telah lama menjadi bagian dari aturan berpakaian untuk wanita di Iran, tepatnya sejak Revolusi Iran pada tahun 1979.

Wanita Iran yang tidak menutupi rambutnya dan tidak mengenakan pakaian longgar di ruang publik berisiko ditangkap.

Banyak pihak telah berusaha untuk menghapus aturan ini karena dinilai tidak adil dan diskriminatif terhadap wanita.

Aturan ini mendapat lebih banyak sorotan usai seorang wanita muda bernama Mahsa Amini meninggal pada September tahun lalu.

Ia meninggal setelah koma selama tiga hari, yang diduga disebabkan oleh kekerasan yang didapatkannya dari polisi moral Iran yang menangkapnya karena dianggap melanggar aturan berpakaian.

Meninggalnya Amini pun memicu protes besar di Iran selama beberapa bulan, yang baru bisa diakhiri usai aparat mengerahkan upayanya yang mematikan.

Respons Presiden Iran atas peristiwa ini

Presiden Iran Ebrahim Raisi diketahui telah menyampaikan pandangannya terkait aksi pelemparan yoghurt ke kepala dua wanita di toko.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan yang ditayangkan di televisi negara pada Sabtu (1/4).

“Yang penting hari ini kita memiliki mandat hukum. Mandat hukum mewajibkan setiap orang untuk mematuhi hukum,” ucap Raisi, seperti dikutip Reuters.

“Jika ada orang-orang yang menyatakan tidak sependapat dengan kita (wajib berhijab), maka ini menjadi ranah pusat-pusat ilmu pengetahuan dan budaya serta sekolah-sekolah untuk berdiskusi dan meyakinkan mereka,” tambahnya.

Adapun pelaku pelemparan juga ditangkap atas tuduhan mengganggu ketertiban, menurut para pejabat lokal Iran.

Meskipun begitu, aksinya digambarkan oleh kantor berita resmi IRNA sebagai “cara yang tidak biasa untuk mencegah kejahatan”.

 

Baca juga: Wanita Iran Tewas Diduga Dipukuli Polisi Karena Tak Patuhi Aturan Berjilbab

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru