22.4 C
Indonesia

Ditemukan Kandungan Karsinogen di Mi Sedaap, Wings Group Indonesia Buka Suara

Must read

JAKARTA – Menyusul ramainya pemberitaan mengenai kandungan berbahaya di sampel Mi Sedaap varian Korean Spicy Chicken yang beredar di Hong Kong, Wings Group Indonesia akhirnya buka suara.

Kandungan tersebut sebelumnya ditemukan oleh Centre for Food Safety (CFS) Hong Kong, berupa etilen oksida, dan diumumkan pada Selasa (27/9) waktu setempat.

Hal itu dibantah oleh Head of Corporate Communications & CSR WINGS Group Indonesia Sheila Kansil, yang mengatakan bahwa pihaknya tidak menggunakan etilen oksida dalam memproses dan memproduksi Mi Sedaap.

Selain itu, pihaknya juga telah mengantongi persyaratan BPOM sejingga produk-produknya aman dikonsumsi.

“Dari seluruh lini proses dan produksi, Mie Sedaap memastikan tidak ada penggunaan Etilen oksida (EtO) dan telah mengantongi persyaratan BPOM sehingga aman untuk dikonsumsi,” ujar Sheila dalam keterangan resminya.

Ia juga menegaskan bahwa Mie Sedaap selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi konsumen.

Mi Sedaap, lanjutnya, diproduksi dengan menaati segala regulasi badan terkait untuk memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.

“Di antaranya izin Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Sertifikat Halal (MUI), Sertifikasi ISO 22000 mengenai Standar Internasional Manajemen Keamanan Pangan, dan Sertifikasi ISO 9001 mengenai Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu,” paparnya.

Dalam keterangan yang sama, Sheila juga menjelaskan bahwa Mi Sedaap telah dinikmati oleh konsumen dari 30 negara di dunia selama belasan tahun.

Untuk itu, Mi Sedaap telah memenuhi standar wajib ekspor, termasuk dalam hal kandungan, pengemasan, hingga pelabelan produk.

Mengenai etilen oksida yang ditemukan, CFS mengatakan bahwa pihaknya menemukannya di sampel produk dari supermarket di Lok Fu.

Saat itu, sampel dikumpulkan untuk diuji di bawah Program Pengawasan Makanan.

“Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel mi, kemasan bumbu, dan kemasan bubuk cabai produk mengandung pestisida, etilen oksida,” demikian bunyi keterangan CFS.

Etilen oksida sendiri diklasifikasikan sebagai karsinogen oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker.

Karsinogen adalah zat yang dapat menimbulkan kanker dalam jaringan hidup.

Manusia yang terpapar etilen oksida akan terserang sakit kepala, mual, diare, kesulitan bernapas dan masalah lainnya.

Paparan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan kanker.

Atas temuan itu, CFS memerintahkan penarikan produk dari pasaran.

Mereka juga mengimbau agar masyarakat yang sudah membelinya dari batch produk dengan tanggal kedaluwarsa 19 Mei 2023 untuk tidak mengonsumsinya.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru