22.4 C
Indonesia

BSB Layani Pengajuan Taxi Alsintan Bagi Petani Sumsel dan Babel

Must read

JAKARTA – Kementerian Pertanian RI telah meluncurkan program Taksi Alsintan untuk mempercepat mekanisasi dan modernisasi pertanian di Indonesia.

Taksi Alsintan adalah program dari Kementerian Pertanian RI yang menghadirkan teknologi pertanian di tengah-tengah petani dan turut mengakselerasi pemulihan ekonomi di sektor pertanian.

Selanjutnya, program ini juga memberikan bantuan dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara mandiri oleh pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel (BSB), Antonius Prabowo menjelaskan bahwa, bagi petani, hal yang termudah untuk melakukan pengajuan program tersebut adalah dengan mendatangi kantor-kantor Bank Sumsel Babel terdekat.

Nantinya, petani akan dibantu untuk melengkapi data dan persyaratan. Calon debitur akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan.

“Dari data calon debitur tersebut, bank akan melakukan pengecekan Sistem Informasi Layanan Keuangan (SLIK) yang di antaranya berisi, apakah calon debitur tersebut sedang menerima KUR atau Kredit di bank lain, termasuk apakah kondisi calon debitur memiliki tunggakan kredit atau tidak,” jelas Prabowo, Jumat (16/9).

Jika calon debitur tersebut lolos dari SLIK, maka calon debitur harus melengkapi data-data pendukung seperti KTP, Kartu Keluarga, Surat Menikah (jika sudah menikah), surat keterangan usaha dari pemerintah setempat (desa/lurah/kecamatan), dan surat penawaran dari penyedia alat alsintan tersebut.

“Umumnya berisi jenis alsintan dan harga jual alsintan dan juga melampirkan brosur alsintan tersebut. Jika hasil dari analisa bank layak, maka dilanjutkan dengan penandatanganan kredit serta pencatatan pada SIKP (Sistem Informasi Kredit Program),” paparnya.

Antonius menjelaskan, plafon maksimal kredit program tersebut yang diberikan yakni Rp500 juta atau maksimum 80 persen dari harga alsintan per debitur.

“Perhitungan plafon kredit disesuaikan dengan harga alsintan dan analisa pemberian kredit yang dilakukan oleh bank, terkait uang muka terbilang cukup rendah yakni 30 persen dari harga alsintan, biaya administrasi dan biaya provisi tidak dikenakan, jangka waktu kredit maksimal 60 bulan dan suku bunga KUR 6 persen efektif per tahun,” jelasnya.

Hingga saat ini, kata dia, jumlah petani yang mengajukan KUR Alsintan baru mencapai 15 debitur, sebab program Taksi Alsintan baru di-launching.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi mengenai kemudahan dari fasilitas ini.

“Diharapkan ke depan dapat meningkat lebih banyak lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pihaknya berharap dan akan terus mendorong petani dan pelaku usaha pertanian untuk ikut dalam program Taksi Alsintan, yakni program penyediaan alsintan melalui fasilitas KUR.

Ia menjelaskan bahwa program ini digulirkan agar masyarakat mampu mengadakan alsintan secara mandiri, sehingga tidak lagi tertuju pada bantuan pemerintah melalui APBN.

“Salah satu inovasi yang kita dorong untuk mendukung kemajuan mekanisasi pertanian adalah program Taksi Alsintan,” tuturnya belum lama ini.

“Melalui program ini, masyarakat bisa memiliki alsintan sendiri atau secara bersama-sama dengan pembiayaan melalui fasilitasi bantuan KUR pertanian,” pungkasnya.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru