23.4 C
Indonesia

Aturan Hijab di Iran Diperketat, Pemerintah Pasang Kamera Pengawas

Must read

IRAN – Pihak berwenang Iran mengambil langkah baru dalam upaya penegakan aturan berpakaian bagi wanita yang belakangan ini mulai diabaikan.

Langkah itu adalah pemasangan kamera pengawas di ruang publik yang disebutkan dapat mengidentifikasi wanita yang tidak menutupi kepalanya dengan hijab.

Melansir VOA Indonesia, polisi Iran dalam pernyataannya menyebutkan bahwa wanita yang diidentifikasi tidak berhijab di ruang publik akan menerima “pesan teks peringatan tentang konsekuensinya”.

Polisi menjelaskan langkah ini bertujuan untuk “mencegah perlawanan terhadap aturan mengenakan jilbab”.

Mereka juga mengatakan tidak akan membiarkan “tindakan apa pun” yang melanggar aturan tersebut.

Untuk mewujudkan rencana ini, pihak berwenang Iran akan menggunakan kamera “pintar” dan alat lainnya yang dapat mengidentifikasi pelanggar serta mengirim “dokumen dan pesan peringatan” kepadanya.

Dalam pernyataannya juga, polisi Iran mendefinisikan hijab–bagian dari pakaian yang diwajibkan kepada wanita, sebagai “salah satu fondasi peradaban bangsa Iran”.

Seperti yang diketahui, aturan berhijab telah menjadi aturan berpakaian yang wajib diikuti oleh wanita Iran sejak meletusnya Revolusi Iran pada 1979.

Selain hijab, wanita Iran juga diharuskan mengenakan pakaian panjang yang longgar guna menyamarkan sosok mereka.

Pelanggar berisiko berhadapan dengan berbagai ancaman, mulai dari teguran publik hingga penangkapan oleh “polisi moral”.

Belakangan ini, aturan itu mulai diabaikan, terutama di kota-kota besar. Sejumlah wanita telah terlihat berjalan-jalan tanpa mengenakan penutup kepalanya meskipun risiko tetap ada.

Video-video yang menunjukkan perlawanan para wanita tersebut terhadap polisi moral bahkan beredar luas di media sosial.

Kondisi ini dipicu oleh tewasnya seorang wanita muda bernama Mahsa Amini yang sempat ditangkap dan ditahan oleh polisi moral akibat caranya dalam berpakaian.

Ia meninggal pada September tahun lalu usai mengalami koma selama tiga hari, yang diduga disebabkan oleh kekerasan yang didapatkannya dari polisi moral.

Kejadian itu pun memantik protes besar-besaran di Iran selama beberapa bulan, yang ditujukan kepada pemerintah negara itu yang terus melanggengkan aturan berpakaian bagi wanita, ketika aturan itu dinilai tidak adil dan diskriminatif.

Dalam protes itu, tak sedikit demonstran wanita yang melepas hijabnya dan bahkan membakarnya di depan banyak orang.

 

Baca juga: Dua Wanita di Iran Dilempari Yoghurt dan Ditangkap Karena Tak Pakai Hijab

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru