27.4 C
Indonesia

Aktivis di Italia Ubah Air Mancur Trevi Jadi Berwarna Hitam

Must read

ITALIA – Kegiatan berwisata para wisatawan di Air Mancur Trevi di Roma, Italia, pada Minggu (21/5) terhenti sejenak oleh interupsi dari tujuh aktivis muda yang mencuri perhatian.

Mereka menggelar aksi protes penolakan bahan bakar fosil dengan menceburkan diri ke kolam air mancur yang terkenal itu dan menuangkan arang encer ke dalamnya.

Tak butuh waktu lama untuk air, yang biasanya menerima lemparan koin dari wisatawan, berubah menjadi hitam.

Para aktivis mengangkat spanduk bertuliskan “Kami tidak akan membayar untuk (bahan bakar) fosil” sambil berteriak “negara kita sedang sekarat”.

Dalam video yang beredar, terlihat polisi bergegas masuk ke air guna menangkap para aktivis, sementara banyak wisatawan yang merekam peristiwa tersebut dengan beberapa orang melontarkan hinaan kepada para aktivis.

Aksi tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian unjuk rasa yang dilakukan aktivis yang menargetkan karya seni di Italia.

Pada Juni tahun lalu, kelompok aktivis Ultima Generazione (Generasi Terakhir) melakukan protes menentang penggunaan bahan bakar fosil dengan menempelkan tangan mereka ke kaca yang melindungi lukisan “Spring” karya Sandro Botticelli.

Sambil menempelkan tangan, sebuah spanduk bertuliskan “Generasi Terakhir Tanpa Gas Tanpa Batu Bara” dibuka lebar di depan mereka.

Kemudian, pada November tahun yang sama, kelompok tersebut kembali beraksi di pameran seni rupa lainnya.

Mereka melemparkan tepung ke atas mobil sport yang dilukis oleh seniman pop AS Andy Warhol yang tengah dipajang di Milan.

Aksi pada Minggu kemarin pun juga dilakukan oleh kelompok yang sama. Tampaknya mereka masih bersikeras menolak penggunaan bahan bakar fosil.

Dalam sebuah pernyataan, Ultima Generazione menyerukan diakhirinya subsidi publik untuk bahan bakar fosil dan mengaitkan protes tersebut dengan banjir mematikan di wilayah Italia utara Emilia-Romagna dalam beberapa hari terakhir.

Kelompok itu juga mengatakan bahwa satu dari empat rumah di Italia berisiko terkena banjir.

Aksi protes tersebut mendapat kecaman dari Wali Kota Roma Roberto Gualtieri, yang menyebutnya sebagai “serangan absurd”.

“Cukup dengan serangan absurd ini terhadap warisan artistik kami,” tulisnya di Twitter, sebagaimana dilansir Reuters.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru