29.4 C
Indonesia

Akhirnya Mahkamah Agung Korea Selatan Izinkan Pria Untuk Tidak Ikut Latihan Militer

Must read

KOREA SELATAN – Mahkamah Agung Korea Selatan memutuskan bahwa orang Kristen tidak bisa dinyatakan bersalah kalau dia tidak mau mengikuti pelatihan untuk pasukan cadangan. Demikian release yang dikeluarkan oleh Gereja Saksi-Saksi Yehuwa dalam situsnya di www.jw.org beberapa waktu lalu.

“Jadi, saudara-saudara kita yang sempat menjadi anggota militer sebelum menjadi Saksi Yehuwa tidak akan dihukum lagi kalau mereka menolak pelatihan itu,” tulisnya dalam situs tersebut.

Di Korea Selatan, semua pria yang pernah menjadi anggota militer harus mengikuti pelatihan rutin selama delapan tahun. Jadi sebelum adanya putusan Mahkamah ini, semua laki-laki tanpa terkecuali yang dulunya tentara selalu dipanggil untuk mengikuti pelatihan.

Ketiga pria tersebut bernama Nam Eon-woo, Lee Jeong-Hyeon dan Nam Tae-hee. Ketiganya adalah jemaat di Gereja Saksi-Saksi Yehuwa. Ketiganya sempat dihukum berkali-kali karena menolak untuk ikut pelatihan militer.

“Ada anggota Saksi Yehuwa yang sampai dipanggil ke kantor polisi, kantor jaksa penuntut, dan pengadilan, termasuk pengadilan banding, sebanyak 60 kali dalam setahun,” ungkapnya.

Pada 2018, dua pengadilan tinggi di Korea, yaitu Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung, memutuskan bahwa orang yang menolak dinas militer karena alasan hati nurani tidak bisa dipersalahkan. Sejak itu, orang Kristen bisa memilih untuk mengikuti dinas pengganti yang tidak ada hubungannya dengan militer di negara tersebut.

Tapi, kedua pengadilan itu tidak membuat keputusan terkait Undang-Undang tentang Pasukan Cadangan. Menurut undang-undang itu, seseorang bisa dihukum kalau dia menolak pelatihan untuk pasukan cadangan karena kepercayaan agamanya.

Pada putusan Januari 2021 ini, Mahkamah Agung akhirnya mengakui bahwa penolakan dengan alasan seperti itu tidak melanggar hukum. Jadi, ketiganya yang selama ini bolak-balik pengadilan karena menolak pelatihan itu bisa memilih dinas pengganti lain yang tidak berkaitan dengan militer. Dengan begitu, mereka tidak akan didenda atau dipenjarakan.

Nam Tae-hee, salah satu terdakwa dalam kasus ini mengaku sangat bersyukur karena hak-haknya untuk menolak ikut militer akhirnya diterima oleh pengadilan. Menurutnya beban yang Ia tanggung selama 8 tahun berupa tuntutan hukum akhirnya hilang.

Aturan baru ini membuat seluruh anggota sidang di Gereja Saksi Yehuwa sangat senang karena pada akhirnya pria-pria yang ada di gereja ini tidak perlu lagi ikut militer. Dengan kata lain pria-pria di gereja itu tidak peru lagi melawan hati nuraninya.

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru