29.4 C
Indonesia

10 Kota dengan Transportasi Umum Terbaik di Dunia Versi WEF

Must read

JAKARTA – Forum Ekonomi Dunia (WEF) belum lama ini merilis daftar 10 kota dengan sistem transportasi umum terbaik di dunia.

Daftar tersebut dibuat berdasarkan studi yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Oliver Wyman dan University of California, Berkeley, yang dituangkan dalam laporan berjudul Urban Mobility Readiness Index.

Dari 10 kota yang ada di dalam daftar, hanya tiga di antaranya yang terletak di Asia. Sisanya adalah kota-kota besar di Benua Eropa.

Hong Kong menempati peringkat pertama daftar tersebut, dengan tidak hanya dipuji karena transportasi umumnya yang terjangkau, melainkan juga karena memiliki kepadatan stasiun yang tinggi dan infrastruktur kereta api yang baik.

Kereta api di Hong Kong menghubungkan 166 stasiun dengan sangat sedikit gangguan.

Selain itu, kota berpenduduk 7 juta orang itu juga memiliki banyak sekali zona bebas mobil (car-free zone), sehingga orang-orang terdorong untuk menaiki transportasi umum.

Para peneliti juga berpendapat bahwa masih ada ruang untuk perkembangan dalam sistem transportasi umum di kota itu.

Mereka menyarankan agar dibuat aplikasi smartphone agar para pengguna, baik warga setempat maupun pelancong, dapat mengelilingi kota dengan lebih baik.

Di peringkat kedua adalah Zurich, Swiss, yang sistem transportasi multimodalnya dinilai efisien, terjangkau, dan mudah diakses.

Peringkat ketiga ditempati oleh Stockholm, Swedia, dengan kereta dan bisnya yang telah 100 persen menggunakan energi terbarukan sejak tahun 2017.

Singapura, yang memelopori sistem rel otomatis pertama di dunia, berada di posisi keempat.

Posisi lima besar ditutup oleh Helsinki yang menawarkan perjalanan dengan bus, tram, metro, kereta, atau kapal feri dengan hanya membayar sebesar €3 (sekitar Rp50 ribu).

Posisi keenam sampai sepuluh masing-masingnya, secara berurutan, diisi oleh Oslo (Norwegia), Tokyo (Jepang), Paris (Prancis), Berlin (Jerman), dan London (Inggris).

Pemeringkatan kota-kota ini dilakukan dengan menilai sistem transportasi umum di tiap kota berdasarkan keterjangkauan, lama operasi, jarak antarstasiun, serta kepadatan dan kecepatan perjalanan.

Dalam lamannya, WEF menyebutkan bahwa kekuatan sistem transportasi umum kota berdampak besar pada gaya hidup penduduk kota itu sendiri.

Sementara itu, laporan yang dirilis menjelaskan bahwa “sistem yang dijalankan secara efisien tidak hanya dapat mendorong pekerja dan wisatawan untuk melakukan perjalanan melalui kota, tetapi juga dapat memberikan akses peluang yang lebih setara ke moda mobilitas tambahan, pekerjaan, pusat perbelanjaan, dan banyak lagi.”

 

Sumber: Laman resmi WEF dan Instagram @worldeconomicforum

spot_img

More Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Artikel Baru